MADINA, SUMUT – Empat desa di wilayah Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, masih terendam banjir dan warganya mulai kekurangan pasokan pangan.
Anggota DPRD Madina, Teguh W. Hasahatan, mendesak Pemkab Mandailing Natal segera bertindak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga di Desa Hutarimbaru, Lubuk Kapundung, Lubuk Kapundung II, dan Ranto Panjang terpenuhi.
“Bupati Madina harus lebih peka. Jangan sampai warga kita mengalami krisis pangan. Bantuan harus segera didistribusikan,” ujar Teguh, Selasa (25/11).
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan sangat terkendala karena akses darat putus dan jalur sungai sulit dilalui akibat arus deras dan intensitas hujan yang masih tinggi. Teguh meminta Bupati berkoordinasi dengan Basarnas, Pemprov, dan pihak terkait untuk membuka jalur distribusi alternatif.
“Kalau jalur sungai tidak memungkinkan, gunakan helikopter. Ini soal keberlangsungan hidup saudara-saudara kita,” tegasnya.
Teguh menyebut, informasi yang diterimanya menunjukkan stok pangan dan obat-obatan warga sudah menipis memasuki hari keempat banjir. Ia mengingatkan bahwa pada banjir bandang 2009, Pemkab juga menggunakan helikopter untuk menyalurkan bantuan.
Sementara itu, berdasarkan informasi warga, bantuan logistik dari pemerintah hingga kini belum masuk ke lokasi. Sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke gedung serbaguna desa.
Banjir yang terjadi sejak Sabtu (22/11) merendam ratusan rumah di Hutarimbaru, disusul tiga desa lainnya pada Senin (24/11). Hingga berita ini diturunkan, air di Desa Ranto Panjang mulai surut, namun genangan di Hutarimbaru justru meningkat dan menutup sebagian rumah warga serta bangunan sekolah.
Selain wilayah Siulang Aling, banjir juga merendam Desa Singkuang, Trans, serta jalur penghubung Tabuyung–Sikapas. Intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memperparah kondisi.
Penulis : Mansyur Lubis
Editor : Hery Lubis































