KABUPATEN BEKASI — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta resmi mengumumkan aksi mogok berjualan daging sapi selama tiga hari di seluruh pasar dan Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek. Aksi tersebut akan berlangsung mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Keputusan mogok dagang itu tertuang dalam Surat Nomor 175/PABB-APDI/I/2026 tentang Aksi Berhenti Berjualan Seluruh Pasar dan RPH Se-Jabodetabek. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga sapi hidup di tingkat feedloter, yang berdampak langsung pada tingginya harga jual daging sapi di pasaran.
DPD APDI menilai, hingga saat ini belum ada jaminan stabilitas harga dari pemerintah, sehingga pedagang daging sapi eceran semakin kesulitan berjualan akibat menurunnya daya beli masyarakat.
Aksi mogok tersebut diperkirakan berdampak luas, khususnya terhadap sekitar 20.000 pedagang bakso di wilayah Jabodetabek. Mereka terancam kesulitan mendapatkan bahan baku utama, yang berpotensi menurunkan produksi hingga kehilangan pendapatan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika aksi mogok ini berlangsung selama tiga hari, potensi kerugian perputaran uang bisnis bakso bisa mencapai Rp20 miliar per hari,” ujar Ketua Umum Papmiso Indonesia, Bambang Hariyanto, saat ditemui di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (21/1/2026).
Papmiso Indonesia juga mengingatkan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto saat masa kampanye Pilpres 2024 di Restoran Bandar Djakarta, Summarecon Bekasi. Saat itu, Presiden Prabowo berjanji akan membenahi tata kelola niaga daging sapi serta menjaga stabilitas harga, agar pedagang bakso memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau dan meningkatkan kesejahteraan.
Untuk itu, Papmiso mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah responsif dan preventif guna mencegah meluasnya aksi mogok jualan pedagang daging sapi di Jabodetabek.
“Kami berharap pemerintah segera membenahi tata kelola niaga daging sapi dan menjaga stabilitas harga, agar masyarakat kecil tetap mampu membeli daging sapi dengan harga terjangkau,” tegas Bambang.
Sementara itu, Ketua APDI Kabupaten Bekasi, Sadimin, membenarkan rencana aksi mogok berjualan tersebut yang dilakukan sesuai arahan pengurus pusat.
“Iya, aksi mogok tidak berjualan. Untuk Jakarta dan Bekasi selama tiga hari tidak berjualan agar pemerintah mengetahui kondisi di lapangan. Kalau tidak ada terobosan dari pemerintah, kemungkinan aksi bisa berlanjut,” ujarnya.
Sadimin menjelaskan, saat ini harga sapi hidup telah mencapai kisaran Rp55 ribu per kilogram, sehingga harga jual daging di tingkat pedagang eceran terpaksa menembus Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
“Kalau di bawah harga itu, pedagang pasti rugi. Tapi kalau terlalu tinggi, daya beli masyarakat juga turun,” ungkapnya.
Ia menyebut, harga normal daging sapi seharusnya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Para pedagang berharap pemerintah dapat bertindak tegas untuk mengendalikan harga, sehingga kembali stabil dan terjangkau.
Penulis : latif
Editor : pjm































