MADINA, SUMUT – Keluarga besar PDI Perjuangan Mandailing Natal menyampaikan duka cita mendalam kepada warga Desa Hutarimbaru, wilayah Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, yang terdampak banjir pada Sabtu (22/11/2025). Mereka mendoakan agar para korban diberikan ketabahan serta kekuatan, dan kondisi segera pulih tanpa adanya korban jiwa.
“Selain menyampaikan duka, kami berharap keadaan cepat pulih dan tidak ada korban jiwa,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal, Teguh W. Hasahatan Nasution, kepada wartawan.
Teguh juga menanggapi penyebab banjir yang diduga selain karena tingginya intensitas hujan, juga dipengaruhi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aek Sininjon, sekitar ujung Desa Ranto Panjang, yang masih berada di wilayah Siulang Aling.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berpesan kepada para pelaku PETI di wilayah itu agar segera menghentikan aktivitasnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa wilayah Siulang Aling memiliki sejarah bencana. Pada 2019, daerah tersebut pernah dilanda banjir bandang yang menyebabkan korban meninggal dunia, hilang, serta merusak rumah warga dan fasilitas umum di tiga desa: Hutarimbaru, Lubuk Kapundung, dan Ranto Panjang.
Teguh, yang juga merupakan anggota DPRD Madina dari dapil setempat, menilai aktivitas PETI sangat berpotensi memperparah kerusakan lingkungan.
“Kegiatan PETI diduga merusak hutan dan juga ekosistem sungai. Karena itu saya meminta agar para pelaku, khususnya di Siulang Aling, menghentikan seluruh aktivitas penambangannya,” ujarnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas. Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ikut berperan mencari solusi, mengingat sebagian masyarakat diduga menggantungkan ekonomi pada aktivitas PETI.
“Masalah ini tidak hanya soal penindakan, tetapi juga soal solusi. Pemda harus hadir karena banyak masyarakat yang secara ekonomi bergantung pada aktivitas penambangan ilegal ini,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan rumah di Desa Hutarimbaru terendam banjir sejak subuh pada Sabtu (22/11/2025). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penulis : Abdul
Editor : Hery Lubis































