JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mulai membongkar persoalan lama penyebab genangan di wilayah Kalideres. Melalui kerja bakti massal di RW 08, Kelurahan Kalideres, Minggu (12/4), fokus utama diarahkan pada normalisasi saluran Penghubung (PHB) Buaran yang selama ini menjadi titik krusial banjir.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa pengerukan saluran sepanjang kurang lebih 430 meter tersebut menjadi langkah mendesak. Pasalnya, sedimentasi lumpur telah menumpuk selama puluhan tahun tanpa penanganan optimal.
“Ini bukan persoalan baru. Saluran ini sudah lama tidak dibersihkan secara maksimal. Kalau tidak segera ditangani, genangan akan terus berulang,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, normalisasi PHB Buaran menjadi kunci untuk memperlancar aliran air, terutama saat hujan deras yang kerap memicu genangan di Kalideres hingga wilayah sekitar seperti Cengkareng.
Namun, Iin mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak bisa bergantung pada pemerintah semata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah yang kerap menjadi penyumbat saluran air.
“Kalau hanya mengandalkan pengerukan tanpa perubahan perilaku, masalah ini akan terus berulang,” ujarnya.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Jakbar juga mulai menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui rencana pembangunan embung air bersih oleh PAM Jaya di kawasan TPU Tegal Alur. Lokasi ini dinilai strategis karena berada di dataran rendah yang sering menerima limpasan air, termasuk dari sekitar jalur tol.
Dukungan terhadap langkah ini datang dari anggota DPRD DKI Jakarta, Ahmad Ruslan. Ia menilai penanganan banjir di Kalideres membutuhkan pendekatan menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Wilayah ini memang langganan genangan. Harus ada kebijakan terintegrasi agar solusi yang dihasilkan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif warga RW 08 yang telah menjalankan program pemilahan sampah sebagai upaya mengurangi beban saluran air sejak dari sumbernya.
Sementara itu, Wakil Camat Kalideres, Ziki Zulkarnain, menjelaskan bahwa sekitar 200 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan ini, mulai dari PPSU, kader PKK, hingga unsur Suku Dinas terkait.
Tak hanya pengerukan saluran, upaya peningkatan resapan air juga dilakukan melalui pembuatan lubang biopori di sejumlah titik.
“Langkah ini untuk memperkuat daya serap air tanah sekaligus mengurangi limpasan saat hujan,” jelasnya.
Pemkot juga memberi perhatian khusus pada aspek keselamatan di sekitar saluran air. Pengawasan akan diperketat guna mencegah kejadian serupa insiden anak hanyut yang pernah terjadi sebelumnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat wilayah, di antaranya Hilda Kusuma Dewi, Plt Camat Kalideres Raditian Ramajaya, serta Lurah Kalideres Rizky Raya Dwiputra, bersama warga yang terlibat langsung dalam kerja bakti.
Melalui langkah ini, Pemkot Jakbar berharap persoalan genangan yang selama ini membayangi Kalideres dapat mulai terurai secara bertahap, sekaligus menjadi momentum pembenahan lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis : Rls
Editor : Hery Lubis































