JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat kembali menghadirkan Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) untuk kedua kalinya sebagai upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat.
Kegiatan ini digelar di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, dan mendapat sambutan antusias dari warga. Tercatat, sebanyak 59 warga memanfaatkan layanan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Anggota DPRD Komisi A Kevin Wu, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan pemerintah karena keterbatasan waktu.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah bentuk pelayanan yang lahir dari aspirasi masyarakat. Banyak warga, baik pekerja, pelaku usaha, mahasiswa hingga pelajar, tidak sempat mengurus kebutuhan administrasi karena terbentur jam operasional. Ketika mereka punya waktu, kantor pelayanan sudah tutup,” ujar Kevin Wu dilokasi, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, atas dasar keluhan tersebut, pihaknya berinisiatif melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah kota hingga tingkat kelurahan. Hasilnya, kegiatan pelayanan malam hari ini dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Wali Kota beserta jajaran yang telah mendukung kegiatan ini. Ini adalah bentuk kehadiran negara bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai layanan dibuka untuk masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan (Dukcapil), layanan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan infrastruktur seperti Bina Marga dan layanan air bersih (PDAM).
Kevin menyebut, aduan masyarakat yang paling banyak diterima berkaitan dengan persoalan sosial.Ia juga menyoroti tingginya antusiasme warga yang memanfaatkan kesempatan ini, tidak hanya untuk mengurus administrasi, tetapi juga menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengapresiasi inisiatif yang digagas oleh DPRD dalam menghadirkan pelayanan malam hari bagi masyarakat.
“Ini merupakan bentuk sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu di siang hari karena aktivitas,” ujarnya.
Iin menjelaskan, pelayanan yang diberikan terbagi menjadi dua kategori, yakni layanan administrasi dan layanan fisik yang berkaitan dengan pengaduan masyarakat.
Seluruh sektor terkait turut dilibatkan, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga unit teknis lainnya.Ia juga mencontohkan salah satu warga pelajar yang memanfaatkan layanan tersebut untuk perekaman KTP. Meski belum genap berusia 17 tahun, pelajar tersebut dapat melakukan perekaman lebih awal dan merasa terbantu dengan adanya pelayanan malam hari.
“Ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa lebih fleksibel dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Warga merasa senang karena prosesnya cepat dan mudah diakses,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh positif bagaimana pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, serta unsur masyarakat seperti RT, RW, dan LMK dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan digelarnya Pelayanan Terpadu Malam Hari secara berkala, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah semakin luas dan merata, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Penulis : Benk
Editor : Redaksi






























