JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya penguatan peran Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah. Ia berharap FKUB tidak hanya aktif secara programatik, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat demi kemaslahatan bersama.
Hal tersebut disampaikan Iin saat menghadiri perayaan Natal dan Doa Damai/Empati lintas sinode serta lintas agama yang digelar di GBI HTS, Perumahan Kosambi Baru, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Senin (12/1).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh lintas agama dan pejabat wilayah, di antaranya Ketua FKUB Jakarta Barat H. Saumun, Ketua DAI Kamtibmas Polda Metro Jaya KH Tatang Firdaus, Gembala GBI HTS Duri Kosambi Pendeta Yohanes Hermanto, Plt Camat Cengkareng Simson Hutagalung, serta Lurah Duri Kosambi Heri.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Iin Mutmainnah menuturkan, Jakarta Barat masih menghadapi berbagai tantangan sosial yang perlu ditangani secara kolektif, mulai dari persoalan banjir dan genangan, pengelolaan sampah, hingga potensi konflik sosial seperti tawuran. Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut dapat berdampak pada kerukunan umat beragama apabila tidak ditangani dengan pendekatan yang tepat.
“Tokoh-tokoh agama lintas iman memiliki peran strategis untuk ikut menguatkan masyarakat. Ketika nilai spiritual dijadikan salah satu fondasi dalam menyelesaikan persoalan sosial, maka akan tercipta ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Iin.
Ia menambahkan, pendekatan spiritual dan keagamaan perlu dikedepankan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam membangun ketahanan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Dengan landasan nilai agama yang kuat, menurutnya, berbagai persoalan sosial dapat diminimalkan.
Pada kesempatan tersebut, Iin juga menyampaikan pesan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Jakarta diarahkan menjadi kota global yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kebersamaan.
“Jakarta sebagai kota global dan berbudaya membutuhkan semangat persatuan dari seluruh warganya. Harapannya, nilai-nilai luhur budaya dan toleransi terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Rls
Editor : Hery Lubis































