KABUPATEN TANGERANG – Kondisi Jalan Raya Pakuhaji semakin memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama warga kini berubah menjadi jalur rusak penuh lubang, bahkan disebut warga seperti “kobakan kebo”.
Kerusakan diduga dipicu lalu lalang truk bertonase besar yang setiap hari melintas tanpa pengawasan ketat.
Aktivis muda pemerhati lingkungan, Darsuli, S.H, menilai kondisi ini sebagai bukti lambannya respons Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani kerusakan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Darsuli, situasi di lapangan kian memburuk dan berdampak langsung pada keselamatan serta kesehatan warga.Jalan Berlubang, Warga Terjebak Lumpur dan Debu
Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya bagi pengendara, khususnya roda dua. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu tebal beterbangan dan menyelimuti permukiman warga di sepanjang jalan tersebut.
“Debu tebal menerpa warga setiap hari hingga berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ini yang dirasakan masyarakat,” tegas Darsuli.
Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu. Tidak sedikit pengendara yang harus ekstra hati-hati melintasi jalur tersebut karena lubang jalan yang semakin melebar dan dalam.
Darsuli yang juga menjabat Ketua Umum BIIPKPPRI menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terus berdiam diri melihat kondisi ini.
Ia menyampaikan tiga tuntutan utama masyarakat, yang pertama
Pembatasan jam operasional truk besar di jalur pemukiman warga.
Kemudian, Pengawasan tonase kendaraan dan penindakan tegas bagi truk yang melebihi kapasitas beban jalan.
Selain itu, Perbaikan permanen jalan agar kembali layak, aman, dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, aksi yang dilakukan warga berlangsung tertib, namun pesan yang disampaikan sangat jelas, masyarakat sudah lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah dan berlarut-larut tanpa solusi nyata.
“Warga hanya ingin jalan yang aman dilalui, tidak memicu kecelakaan, dan tidak lagi dipenuhi debu yang mengancam kesehatan,” ujarnya.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat di wilayah Pakuhaji pun terus mengalir. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kerusakan jalan semakin parah dan kembali menelan korban.
Penulis : Drs
Editor : Hery Lubis
































