PURWAKARTA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra (Kesejahteraan Rakyat) dari Pemerintah bagi keluarga miskin untuk mendukung daya beli di akhir tahun 2025 lalu, Diduga dipotong Rp.150.000 oleh oknum ketua RT di Wilayah Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta
Kejadian berawal ketika sejumlah KPM dari RT 10/10 kampung Babakan Bunder Desa Bunder mendapat bantuan “Bansos uang tunai Rp.900.000” yang dicairkan melalui PT.Pos Indonesia untuk Periode Oktober – Desember selama 3 Bulan dimana uang bantuan tersebut perbulannya sebesar Rp.300.000
Salah seorang warga RT 10 penerima manfaat Bansos kesra Rp.900.000 yang menganggap dirinya Mr.X kepada wartawan, Rabu malam (25/3/2026) mengatakan,bahwa dirinya baru pertama kali ini saya dapat bantuan Bansos BLT dipinta sama Oknum ketua RT sebesar Rp.100.000 , Sebelum nya gak pernah ada potongan – potongan seperti ini.katanya
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut dia,oknum ketua RT bilang uang yang di minta itu untuk diberikan kepada warga yang tidak mendapatkan BLT, tapi yang membuat aneh kok potongan nya tidak sama rata ada yang Rp.150.000 dan ada juga yang Rp.100.000,
Ia juga menjelaskan gak masalah uang bansosnya dipotong asal ada juklak juknis yang membolehkan ketika ada warga yang gak dapet BLT, bisa dapat uang dari hasil potongan penerima BLT “, Kata Mr.X
Keterangan lainnya datang dari seorang ibu paruh baya yang enggan di sebut namanya, sebut saja Ms.X sambil gemetar mengungkapkan bahwa dirinya dipinta uang sebesar Rp.150.000 oleh oknum ketua RT,
” Sebelum pencairan saya dikasih undangan untuk pengambilan uang BLT, nah disitu dia ngomong nanti kalau udah cair dipotong ya Rp.150.000 untuk warga lain yang belum dapet bansos, tanpa pikir panjang setelah cair saya langsung datang ke rumah ketua RT untuk memberikan sejumlah uang yang di minta olehnya “, Terang Ms.X
Pemotongan ini Diduga dilakukan oknum Ketua RT kepada beberapa warga RT 10 yang menerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Kesejahtraan Rakyat (Kesra) dari Pemerintah
Sampai berita ini di tayangkan wartawan masih belum bisa mendapatkan
klarifikasi dari pihak terkait soal potongan tersebut.
Penulis : Asep Budiman
Editor : Hery Lubis































