SUKABUMI – Lokasi pembuangan akhir air limbah mbg Pengelolaan air limbah dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kampung Berkah, Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga. Mereka meminta adanya penanganan yang lebih serius agar dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat dapat diminimalisasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (3/6/2026), aliran air limbah dari aktivitas dapur diketahui mengalir menuju lahan milik yayasan pengelola. Meski masih berada di area yayasan, titik penampungan akhir limbah berada tidak jauh dari permukiman warga sehingga menimbulkan kekhawatiran apabila tidak dikelola secara optimal.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan dan hanya disebut dengan inisial I mengatakan kondisi saat ini sudah mengalami perbaikan dibandingkan beberapa waktu lalu. Namun demikian, ia berharap langkah pembenahan dapat segera dituntaskan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Potret warga terdekat lokasi pembuangan limbah mbg inisial (i)
“Saat ini kondisinya memang sudah lebih baik dari sebelumnya. Yang terlihat hanya air sabun, sedikit busa deterjen dan minyak. Dulu sempat ada sisa makanan yang menumpuk di lokasi ini. Ketika cuaca panas, banyak lalat dan nyamuk serta muncul bau yang kurang sedap. Kami berharap pengelolaan limbah bisa lebih baik lagi agar lingkungan tetap bersih dan nyaman,” ujarnya kepada wartawan.
Menanggapi keluhan tersebut, Somnatri, selaku Pengawas Lapangan (Aslap) SPPG, menjelaskan bahwa pihak pengelola telah melakukan upaya untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah. Menurutnya, perangkat pengolahan limbah yang diperlukan sudah dipesan dan saat ini masih dalam proses pengiriman.
Bapak Somantri selaku Aslap MBG saat di wawancara di lokasi pembuangan limbah MBG
“Untuk penanganan air limbah ini, kami sudah memesan peralatan yang dibutuhkan dari Jakarta dan pembayarannya juga telah diselesaikan. Namun hingga saat ini barangnya belum kami terima. Setelah peralatan datang, kami akan segera melakukan penanganan yang lebih maksimal sehingga limbah dapat dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Berkah, Andri, mengapresiasi kepedulian masyarakat yang menyampaikan informasi terkait kondisi lingkungan tersebut. Ia menegaskan pemerintah desa akan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola dapur guna memastikan persoalan yang dikeluhkan warga segera mendapat perhatian.
“Terima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat. Pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pihak pengelola dapur terkait persoalan kebersihan lingkungan ini. Aspirasi warga akan kami sampaikan dan kami berharap solusi yang tepat dapat segera dilakukan agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar,” kata Andri.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dapur MBG belum dapat dimintai keterangan. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, yang bersangkutan sedang beristirahat sehingga belum memberikan tanggapan resmi.
Warga berharap keberadaan program Makan Bergizi Gratis yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Dengan sistem pengolahan limbah yang memadai, aktivitas dapur diharapkan tetap berlangsung optimal tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan maupun kesehatan warga sekitar.
Penulis : Asep Suryana
Editor : Redaksi






























