JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta untuk meningkatkan pengawasan peredaran obat dan keamanan pangan. Salah satu perhatian utama dalam kolaborasi tersebut adalah peredaran tramadol dan obat-obatan berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murthadho, bersama Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Jeffeta, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ali Murthadho mengapresiasi kunjungan serta pemaparan program kerja BPOM di Jakarta. Ia menyoroti program Kota/Kabupaten Pangan Aman yang dinilai perlu dioptimalkan untuk meningkatkan keamanan pangan sekaligus mendorong Jakarta Barat meraih prestasi di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain keamanan pangan, penguatan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya juga menjadi pembahasan penting. Perhatian khusus diberikan terhadap obat yang dijual tanpa resep dokter yang sah serta potensi penyalahgunaannya di tengah masyarakat.
Peredaran tramadol turut menjadi sorotan karena dinilai marak dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila disalahgunakan. Karena itu, diperlukan langkah kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat pengawasan, mencegah peredaran ilegal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat secara tepat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Jeffeta, memaparkan sejumlah agenda strategis yang dapat dikolaborasikan dengan Pemkot Jakarta Barat. Program tersebut antara lain pembinaan pelaku industri obat dan makanan serta kampanye Anti-Microbial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba.
Kampanye AMR bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara tepat dan sesuai ketentuan guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba.
Melalui sinergi tersebut, Pemkot Jakarta Barat dan BPOM diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan keamanan obat dan makanan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari risiko obat dan pangan yang tidak aman serta mendorong penggunaan obat secara bertanggung jawab.































