JAKARTA – Banjir yang melanda RW 09 Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat kembali menyoroti persoalan infrastruktur pengendali banjir di wilayah aliran Kali Pesanggrahan dan Kali Angke. Luapan air setelah hujan deras sejak Kamis malam hingga Jumat pagi membuat ratusan keluarga terdampak.
Genangan mulai merendam permukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB. Data kelurahan mencatat sebanyak 343 kepala keluarga (KK) atau total 1.068 jiwa terdampak banjir di kawasan tersebut.
Lurah Kembangan Selatan, Reza Febryan, menjelaskan bahwa selain faktor curah hujan tinggi, kondisi teknis di lapangan turut memperparah situasi. Ketinggian air di Kali Pesanggrahan bahkan sempat mencapai 325 cm.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain faktor cuaca, terdapat kendala teknis berupa pintu air yang kurang rapat serta rumah pompa yang saat ini belum memiliki unit pompa yang fungsional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/2).
Di tengah kondisi tersebut, bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga terdampak. Ketua RW 09 Kembangan Selatan, Masim, menyampaikan bahwa distribusi bantuan difokuskan pada beberapa titik terdampak, yakni RT 01, 02, 04, dan 05.
“Bantuan dari UKPD terkait meliputi sembako, makanan siap saji, perlengkapan bayi, matras, serta selimut bagi para pengungsi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir telah ditangani oleh pemerintah daerah. Ia juga menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan, termasuk melengkapi rumah pompa dengan unit pompa baru dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat.
“Alhamdulillah hari ini kami meninjau sekaligus menyerahkan bantuan bagi warga penyintas banjir di wilayah ini. Semoga dapat meringankan beban mereka,” ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke aliran kali.
“Kami mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke kali, serta tidak merusak sheet pile atau dinding turap karena dapat melemahkan tanggul saat debit air meningkat,” pungkasnya.
































