JAKARTA – Keberadaan peternakan sapi di kawasan Tabaci, Jalan Utan Jati Raya, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres, menuai keresahan warga. Pasalnya, pemilik ternak diduga dengan sengaja membuang limbah kotoran sapi ke saluran air di sepanjang jalan tersebut.
Akibatnya, saluran air dipenuhi lumpur bercampur kotoran sapi yang menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Ironisnya, lokasi peternakan itu berada tepat di depan RSUD Kalideres, yang seharusnya menjadi area dengan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan yang baik.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga Utan Jati, Wawan, mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama namun belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak terkait.
“Ini sudah lama terjadi, Pak. Lihat saja saluran air di sini dipenuhi lumpur dan kotoran sapi. Apalagi kalau musim banjir, kami yang berada di hilir kena luapan air bercampur kotoran sapi dari peternak di lahan PT Tusam itu,” ujarnya.(23/02)
Wawan juga mengaku heran dengan keberadaan peternakan sapi yang berdiri di tengah kawasan padat penduduk, terlebih lagi berada tidak jauh dari fasilitas layanan kesehatan.
“Kami juga heran, kok bisa ada peternakan sapi di kawasan padat penduduk seperti ini. Di seberangnya ada rumah sakit. Dampaknya jelas, bau menyengat ke mana-mana. Kalau banjir, airnya sampai berubah warna kehijauan. Warga yang berada di aliran saluran ini selalu kena dampaknya,” tegasnya.
Ia pun mempertanyakan peran aparat terkait dalam mengawasi aktivitas peternakan yang diduga mencemari lingkungan tersebut.
“Petugas Sudin Peternakan ke mana? Satpol PP ke mana? Camat dan Lurah kemana, Sudin LH kemana? Masa kondisi seperti ini dibiarkan terus,” tambahnya.
Sebelumnya kata wawan, sudah sering di tegur oleh Satpol PP, namun aktivitas itu terus berjalan seperti tidak ada masalah saja.
Wawan dan warga lainnya berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas peternakan sapi yang dinilai tidak layak berada di tengah permukiman padat penduduk, apalagi jika terbukti mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Penulis : Hery Lubis
Editor : Redaksi
































