KOTA TANGERANG – Puluhan ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (Sepeta) gelar aksi tabur bunga dan nyalakan lilin di depan Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (29/08/2025) malam.
Aksi ini digelar sebagai bentuk duka dan protes atas meninggalnya Afan Kurniawan, driver ojol yang diduga tewas akibat tindakan represif aparat.
Ketua Umum Sepeta sekaligus Kordinator lapangan (korlap), Iwan Setiawan menyampaikan bahwa aksi damai ini membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Presiden mencopot Kapolri dan Kapolda karena dinilai gagal mengendalikan anggotanya. Kedua, tabur bunga dilakukan sebagai simbol solidaritas atas wafatnya Afan. Ketiga, penyalaan lilin dimaknai sebagai simbol redupnya keadilan bagi para driver ojol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyalakan lilin sebagai tanda bahwa rasa keadilan untuk para driver ojol saat ini benar-benar mati. Dengan gugurnya saudara kami, Afan, kami tegaskan hukum harus ditegakkan dan keadilan diberikan untuk keluarganya,” tegasnya.
Massa aksi juga menyuarakan desakan agar aparat yang terbukti merenggut nyawa Afan dijatuhi hukuman seberat beratnya.
“Ada sebagian kawan yang berpandangan, nyawa harus dibayar dengan nyawa. Maksudnya, jika benar ada aparat yang bersalah, minimal dihukum seumur hidup, bahkan bila perlu hukuman mati. Itu bentuk gambaran keadilan yang kami maksud,” tambahnya.
Aksi tabur bunga ini berlangsung damai dan terkendali. Namun, Sepeta memastikan gelombang aksi akan terus berlanjut. Pada 2 September mendatang, massa ojol dari berbagai daerah berencana turun ke Jakarta, tepatnya di Istana Presiden, dengan jumlah yang lebih besar.
“Harapan kami, Presiden Prabowo bisa mendengar aspirasi ini dan segera mencopot Kapolri serta Kapolda Jakarta, karena terbukti tidak sanggup mengendalikan anak buahnya dalam aksi 28 Agustus lalu,” pungkasnya.
Penulis : abdul
Editor : pjm
Sumber Berita : duadimensi.com