JAKARTA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Barat menyoroti kondisi penumpukan sampah yang terjadi di Kelurahan Tomang, Kecamatan
Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa pengelolaan persampahan di tingkat wilayah masih menghadapi
berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara optimal.
Ketua PC PMII Jakarta Barat, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa fenomena penumpukan sampah tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari lemahnya pengawasan, kurang efektifnya sistem pengangkutan, serta belum maksimalnya implementasi kebijakan pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT

Terjadi penumpukan sampah dalam jumlah besar di Kelurahan Tomang yang mengganggu estetika lingkungan, berpotensi menimbulkan pencemaran, serta dapat berdampak pada
kesehatan masyarakat sekitar.
Menurutnya ,Pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah adalah Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui perangkat daerah terkait, mulai dari tingkat kota hingga wilayah kelurahan. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah dari sumbernya.
Kondisi ini menjadi perhatian publik setelah terlihat adanya akumulasi sampah yang menumpuk dalam beberapa waktu terakhir dan menunjukkan adanya keterlambatan atau ketidakefektifan
penanganan di lapangan.
Permasalahan terjadi di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, salah satu kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta Barat
Menurut PC PMII Jakarta Barat, kondisi ini diduga terjadi akibat belum optimalnya sistem pengawasan, kurangnya langkah antisipatif pemerintah, keterbatasan pengelolaan pada titik- titik rawan penumpukan sampah, serta belum efektifnya implementasi kebijakan persampahan yang telah ditetapkan. Pemerintah Kota Jakarta Barat perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, meningkatkan pengawasan di lapangan, memperkuat armada dan jadwal pengangkutan, serta membangun sistem pengelolaan yang lebih preventif, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki fungsi kontrol sosial, PC PMII Jakarta Barat menilai bahwa Pemerintah Kota Jakarta Barat belum menunjukkan langkah yang cukup progresif dalam mengantisipasi persoalan persampahan di wilayah Tomang.
Penanganan yang dilakukan cenderung bersifat reaktif, yakni baru bergerak ketika penumpukan sampah telah menjadi masalah besar dan mendapat perhatian publik.
“Kami menilai Pemerintah Kota Jakarta Barat belum maksimal dalam mengantisipasi persoalan persampahan di Kelurahan Tomang. Penumpukan sampah yang terjadi bukanlah peristiwa yang muncul dalam satu malam atau tiba tiba, melainkan akumulasi dari lemahnya pengawasan, kurang optimalnya pengelolaan, dan belum efektifnya implementasi kebijakan di lapangan.
Pemerintah harus berhenti bekerja secara reaktif dan mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang preventif, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Ahmad Fauzi,
Ketua PC PMII Jakarta Barat. PC PMII Jakarta Barat juga mendorong Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menjadikan persoalan sampah sebagai agenda prioritas pembangunan wilayah.
“Sebagai kota metropolitan
yang tengah berupaya meningkatkan kualitas tata kelola perkotaan, Jakarta Barat tidak boleh membiarkan persoalan sampah berulang tanpa solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.”ujarnya
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil akan terus mengawal isu lingkungan hidup dan mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan perkotaan.
“Sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan cerminan kualitas tata kelola pemerintahan.” Ahmad Fauzi































