JAKARTA – Keberhasilan warga RW 09 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, dalam mengelola sampah berbasis masyarakat mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Kawasan yang dikenal dengan Kebun A Green tersebut dikunjungi Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, bersama Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Kamis (25/6).
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat di tingkat lingkungan mampu menjadi model yang layak diterapkan secara lebih luas.
Melalui keterlibatan aktif warga dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya, RW 09 dinilai berhasil menunjukkan solusi nyata terhadap persoalan sampah perkotaan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengapresiasi komitmen warga yang telah berkontribusi langsung membantu pemerintah mencapai target pengelolaan sampah nasional.
“Langkah yang dilakukan warga di sini menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik. Partisipasi masyarakat seperti ini sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menyelesaikan persoalan sampah,” ujar Diaz.
Menurutnya, keberhasilan RW 09 menunjukkan bahwa penyelesaian masalah lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah pusat akan terus mencari cara untuk memperkuat dukungan terhadap komunitas yang telah menunjukkan komitmen dalam pengelolaan lingkungan.
Diaz juga menyebutkan bahwa target pengolahan sampah secara menyeluruh yang tengah didorong pemerintah membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, keberhasilan RW 09 dinilai dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan sistem serupa.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan keberadaan RW percontohan menjadi bagian penting dari strategi pengurangan sampah dari sumbernya. Menurutnya, pengalaman RW 09 membuktikan bahwa perubahan perilaku masyarakat dapat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Pemerintah hadir melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi agar gerakan seperti ini terus berkembang,” kata Iin.
Saat ini, Jakarta Barat memiliki 585 RW dan terus mendorong lahirnya kawasan-kawasan percontohan baru melalui program studi tiru dan pendampingan antarwilayah. Dengan semakin banyak lingkungan yang menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, Jakarta Barat berharap dapat menjadi salah satu daerah rujukan dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Indonesia.
“RW 09 Meruya Utara telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Kami berharap semakin banyak wilayah mengikuti jejak keberhasilan ini,” tutupnya.
Penulis : Hery
Editor : Redaksi






























