JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mengambil langkah cepat untuk mengembalikan kondisi kota pasca demonstrasi yang sempat menimbulkan kerusakan di beberapa titik strategis, khususnya kawasan Slipi dan Palmerah, Minggu (31/8/2025).
Lebih dari 500 personel gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diturunkan guna membersihkan sisa-sisa kerusuhan, memperbaiki fasilitas, dan memastikan sarana umum kembali bisa digunakan warga dengan nyaman.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta untuk memulihkan layanan publik tanpa menunggu lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemulihan ini kami lakukan secara menyeluruh. Mulai dari halte Transjakarta, taman kota, hingga gerbang Tol Slipi yang sempat terbakar. Semua dikerjakan melalui kerja bakti lintas OPD, agar masyarakat bisa segera menikmati fasilitas umum kembali,” ujar Uus.
Dalam aksi kerja bakti yang melibatkan “pasukan pelangi”, berbagai fasilitas rusak langsung ditangani. Halte yang terbakar dibersihkan dan dicat ulang, taman kota ditata kembali, hingga pintu tol diperbaiki agar aman digunakan.
Tidak hanya perbaikan fisik, pembersihan lingkungan sekitar juga dilakukan untuk mengembalikan wajah kota yang sempat ternoda pasca kericuhan.
Wali Kota Uus mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum agar tetap terawat. Menurutnya, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan warga.
“Kerja pemerintah butuh sinergi dengan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, Jakarta akan lebih cepat pulih dan kembali menjadi kota yang layak huni untuk semua,” tegasnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, Pemkot Jakarta Barat optimistis kondisi kota akan kembali normal bahkan lebih baik. Pemulihan fasilitas umum ini diharapkan bukan hanya sekadar perbaikan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam menjaga Jakarta.
Penulis : Rls
Editor : Hery Lubis