TANGERANG SELATAN – Musibah tak pernah bisa diprediksi. Hal itu dialami Wito (37), warga Kampung Kayu Gede 2, RT 04/RW 022, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Rumah yang dihuni bersama istri dan tiga anaknya ambruk pada Selasa (27/4) sekitar tengah malam.
Peristiwa tersebut diduga akibat lapuknya tiang penyangga atap berbahan bambu yang sudah lama digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan struktur bangunan tak lagi kuat menopang beban hingga akhirnya roboh.
Akibat kejadian itu, keluarga Wito mengalami trauma. Sementara itu, putra keduanya mengalami luka cukup serius setelah tertimpa reruntuhan bangunan dan saat ini masih menjalani perawatan di RS Brawijaya.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh masyarakat setempat, Heru Hermansyah, mengatakan bahwa warga bersama pengurus lingkungan bergerak cepat membantu proses evakuasi dan penanganan awal pascakejadian.
“Begitu kejadian, Ketua RT dan RW langsung berkoordinasi. Warga juga bahu-membahu membantu evakuasi dan membersihkan puing-puing rumah,” ujarnya.
Respons cepat juga datang dari pemerintah setempat. Lurah Paku Jaya, Amsari, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan material bangunan seperti pasir, batu split, semen, dan kebutuhan lainnya.
Tak hanya itu, dukungan juga diberikan oleh anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan yang menyalurkan bantuan atas nama Wali Kota.
Ketua RT 04 Rusli bersama Ketua RW 022 Misan Sabrug dan warga setempat turut bergotong royong melakukan kerja bakti. Mereka berkomitmen membantu proses renovasi rumah Wito agar dapat segera kembali dihuni.
Heru menambahkan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani musibah ini patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, pemerintah mulai dari Pak Lurah, RT, RW hingga warga sangat sigap membantu. Ini bukti nyata kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, proses pembersihan dan persiapan pembangunan kembali rumah korban terus dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemerintah setempat.
Penulis : Abdul
Editor : Pjm




























