CILACAP – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Pendopo Ciguling Harjo, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI, Hj. Tetty Rohayatiningsih, S.Sos, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta diikuti berbagai unsur masyarakat mulai dari tenaga pendidik, kader Posyandu, hingga tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia”, sosialisasi ini bertujuan menyatukan pemahaman seluruh pihak agar program prioritas nasional tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Hj. Tetty menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program. Ia menjelaskan bahwa Komisi IX DPR RI memiliki peran strategis dalam pengawasan, penganggaran, serta penyusunan regulasi yang berkaitan langsung dengan sektor kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Melalui sosialisasi ini, kita ingin memastikan tidak ada perbedaan persepsi di lapangan. Semua harus bergerak dengan tujuan yang sama, yaitu menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran berbagai lembaga pendidikan seperti TK hingga MA Elbayan, SMP Negeri 3 Majenang, serta SD PK Muhammadiyah Darul Ulum. Selain itu, kader Posyandu dari Desa Padangjaya dan Padangsari turut aktif mengikuti kegiatan.
Koordinator Wilayah Pendidikan Majenang, Iwan Rijal Winata, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa program MBG di wilayahnya akan dilaksanakan di 28 titik, dengan 14 di antaranya sudah berjalan.
“Bagi sekolah yang belum mendapat giliran, kami harap tetap bersabar. Program ini berjalan bertahap sesuai kesiapan dan jadwal dari pusat,” jelasnya.
Ia juga menekankan empat poin penting dalam implementasi program, yakni pemahaman urgensi MBG, tujuan pelaksanaan, kolaborasi antarunsur, serta perubahan pola pikir di lingkungan sekolah untuk membentuk karakter positif siswa.
Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga berpotensi meningkatkan prestasi hingga lebih dari 18 persen.
Selain itu, dampak ekonomi juga dinilai signifikan. Perputaran dana di tiap desa diperkirakan mencapai Rp8 miliar, dengan sebagian besar melibatkan petani lokal, tenaga kerja masyarakat, serta sektor distribusi.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Suparmadi, menjelaskan bahwa program MBG lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi tiga persoalan utama, yakni stunting, anemia, dan pembentukan karakter generasi muda.
“Sebanyak 80 persen perkembangan otak terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Di sinilah peran gizi menjadi sangat krusial dan tidak bisa digantikan di masa depan,” tegasnya.
Program MBG sendiri menyasar 11 kelompok penerima manfaat, dengan mayoritas berada di lingkungan pendidikan serta kelompok ibu hamil dan menyusui.
Tokoh masyarakat Majenang, Cucu Iskandar, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan pemahaman yang jelas dan menyeluruh kepada masyarakat.
“Program ini sangat penting untuk masa depan anak-anak kita. Kami siap mendukung penuh agar pelaksanaannya berjalan sukses,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah nyata menuju Indonesia yang lebih maju, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Penulis : Sangidun
Editor : Pjm































