JAKARTA — Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai melakukan penataan dan penertiban jaringan kabel utilitas yang semrawut di sejumlah titik.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kerapian kota sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan penataan kabel menjadi prioritas karena kondisi di lapangan masih banyak kabel yang menjuntai dan tidak tertata dengan baik.
“Hari ini kita fokus menata jaringan yang berantakan. Kita harapkan kota menjadi lebih rapi, aman bagi pengguna jalan, dan mendukung peningkatan layanan menuju kota modern,” ujar Iin (5/5/2026)
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mencontohkan kawasan Thamrin dan Sudirman yang sudah tertata rapi sebagai gambaran penataan yang akan dituju di wilayah Jakarta Barat.
Menurutnya, persoalan kabel tidak hanya terjadi di atas permukaan, tetapi juga di dalam saluran air. Ia mengungkapkan, banyak kabel yang dipasang tidak sesuai ketentuan hingga memenuhi saluran dan menghambat aliran air.
“Di dalam saluran pun kita temukan banyak kabel yang berseliweran. Ini juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air selain sampah,” jelasnya.

Iin menegaskan, penataan utilitas harus dilakukan secara terpadu lintas instansi, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Seluruh pihak terkait, termasuk dinas teknis dan penyedia layanan internet, diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku.
“Kita akan lakukan secara kolaboratif dengan semua pihak. Aturan sudah jelas, termasuk sanksi, sehingga harus dipatuhi oleh semua,” tegasnya.
Ke depan, penataan akan difokuskan di delapan kecamatan di Jakarta Barat dengan prioritas pada lokasi strategis. Salah satu titik yang akan ditangani adalah Jalan Joglo Raya sepanjang satu kilometer, yang terdampak proyek pelebaran jembatan.
“Lokasi prioritas akan kita sesuaikan dengan tingkat urgensi, mengingat keterbatasan anggaran. Namun kita tetap upayakan penanganan maksimal,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, penertiban dilakukan oleh Suku Dinas Bina Marga bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).
Proses pemutusan kabel dilakukan secara prosedural dengan meminimalkan gangguan layanan.Peralatan seperti mobil skylift telah disiapkan, serta metode kerja menggunakan sistem boring.
Sementara itu, petugas di lapangan juga bertugas mengatur lalu lintas guna menghindari gangguan selama pekerjaan berlangsung.
Iin berharap kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga upaya ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif bisa memberikan hasil terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Hery
Editor : Redaksi































