JAKARTA — Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat terus mengintensifkan upaya mendorong pelaku usaha perhotelan menghadirkan fasilitas yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Jakarta Barat untuk mewujudkan wilayah yang lebih ramah difabel.
Kepala Seksi Industri Perhotelan Sudin Parekraf Jakarta Barat, Gun Gun Mujiantara, menjelaskan bahwa imbauan tersebut secara konsisten disampaikan kepada pengelola hotel, khususnya saat kegiatan pengawasan rutin.
“Beberapa hotel memang sudah mulai menerapkan konsep ramah difabel. Namun, kami terus mendorong agar seluruh hotel menyediakan fasilitas yang layak dan mudah diakses. Ini bagian dari komitmen menjadikan Jakarta Barat sebagai kota yang inklusif,” ujar Gun Gun, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga menyasar aspek pelayanan dan fasilitas bagi tamu berkebutuhan khusus.
“Setiap pengawasan, kami sekaligus mengingatkan pentingnya aksesibilitas bagi difabel. Sejumlah hotel yang sebelumnya belum menyediakan fasilitas kini mulai berbenah,” katanya.
Berdasarkan data tahun 2023, jumlah hotel berbintang satu hingga lima di Jakarta Barat tercatat sebanyak 54 unit, sementara hotel non-bintang mencapai 70 unit. Jumlah tersebut belum termasuk penginapan jenis lain seperti motel dan apartemen.
Adapun standar hotel ramah difabel mencakup berbagai fasilitas pendukung, di antaranya jalur landai (ramp) dengan kemiringan maksimal tujuh derajat dan lebar minimal 120 sentimeter, kamar khusus yang memungkinkan akses kursi roda, serta keberadaan pegangan (grab bar) di area kamar mandi.
Selain itu, hotel juga diharapkan menyediakan lift dengan tombol braille atau panduan suara, jalur pemandu (guiding block), serta tenaga staf yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang mobilitas sekaligus kemandirian tamu difabel selama menginap.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sektor perhotelan di Jakarta Barat sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi yang ramah bagi semua kalangan.
Penulis : Benk
Editor : Redaksi































