MuaraBungo, -Banyak masyarakat mengira pohon adalah benda alami yang aman berada di sekitar jaringan listrik. Namun faktanya, pohon yang tumbuh terlalu dekat atau menyentuh kabel bertegangan dapat menjadi penyebab utama gangguan hingga pemadaman listrik.
PT PLN (Persero) ULP Rimbo Bujang menjelaskan bahwa batang dan dahan pohon mengandung air serta getah alami. Kandungan tersebut dapat berperan sebagai media penghantar listrik, terlebih saat kondisi basah akibat hujan atau embun. Ketika ranting menyentuh kabel bertegangan, arus listrik dapat merambat melalui air dan getah pada pohon sehingga memicu korsleting (short circuit).
Percikan api akibat gesekan kabel dan dahan juga berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama pada musim kemarau. Selain itu, angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang dan merusak jaringan distribusi listrik, sehingga berdampak pada pemadaman di area yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manager PLN ULP Rimbo Bujang, Bayu Mohammad Fauzi, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman vegetasi dari jaringan listrik.
“Pohon bukanlah isolator sempurna karena mengandung air dan getah yang dapat menghantarkan listrik. Jika menyentuh kabel, risiko gangguan bahkan kebakaran sangat mungkin terjadi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menanam pohon tinggi di bawah jaringan serta memberikan akses pemangkasan kepada petugas,” ujarnya.
PLN secara rutin melakukan patroli dan pemeliharaan jaringan melalui kegiatan pemangkasan pohon atau right of way (ROW). Namun partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci dalam menjaga keandalan listrik. Warga juga diminta segera melaporkan apabila melihat pohon yang telah menyentuh kabel, percikan api, atau kondisi jaringan yang berpotensi membahayakan melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan pengaduan resmi.
Dengan kesadaran bersama, risiko gangguan akibat vegetasi dapat diminimalkan, sehingga pasokan listrik tetap aman dan andal untuk mendukung aktivitas masyarakat setiap hari.
































