CILACAP JATENG – Setelah sempat beredar isu penolakan penanganan medis akibat kendala kepesertaan BPJS Kesehatan dan keterbatasan biaya, Sri Handayani, warga Dusun Karang Gendot RT 002 RW 002, Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Anggota DPR RI Hj. Tety Rohayatininggsih.
Pada Senin (9/2/2026), Hj. Tety Rohayatininggsih bersama suaminya H. Tatto Suwarto Pamuji, serta Tietha Ernawati Suwarto Pamuji, Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi A dari Partai Golkar, mengunjungi langsung kediaman Sri Handayani.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi Sri Handayani yang memprihatinkan. Ia menderita gangguan kelenjar endokrin dengan benjolan besar di sekitar leher yang telah mengganggu pernapasan dan berpotensi mengancam keselamatan jiwanya. Atas dasar itu, Sri Handayani kemudian segera dibawa ke RSUD Majenang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, termasuk rencana tindakan operasi.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk meluruskan isu yang berkembang di masyarakat, awak media duadimensi.com pada Selasa (10/2/2026) menghubungi pihak Humas RSUD Majenang melalui sambungan WhatsApp guna mengonfirmasi kebenaran informasi terkait dugaan penolakan pasien.
Humas RSUD Majenang, Fadil Sayekti, S.IP, menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah menolak pasien tersebut.
“Bukan ditolak, Pak. Saat itu sedang dilakukan konfirmasi terkait aturan BPJS. Jika tunggakan sudah dilunasi, BPJS bisa digunakan untuk rawat jalan. Namun untuk rawat inap memang harus menunggu masa aktif selama tiga bulan. Sedangkan kondisi pasien mengharuskan rawat inap,” jelas Fadil.
Ia menambahkan, terdapat denda yang harus dibayarkan, namun hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Tidak ada penolakan, hanya kurangnya pemahaman mengenai aturan BPJS. Saat itu situasinya panik, dan pihak humas siap membantu,” tegasnya.
Fadil juga memastikan bahwa RSUD Majenang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa terkecuali.
“Semua pasien kami tangani dengan baik, termasuk pasien dengan gangguan kelenjar endokrin seperti Ibu Sri Handayani,” tandasnya.
Sementara itu, seorang ustaz yang enggan disebutkan namanya memberikan apresiasi atas kepedulian Hj. Tety Rohayatininggsih, Tietha Ernawati
Suwarto Pamuji, dan keluarga terhadap Sri Handayani.Ia menyampaikan bahwa dalam ajaran Islam, menjenguk dan membantu orang sakit—terutama yang kurang mampu—memiliki keutamaan dan pahala yang besar, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Di antaranya didoakan oleh puluhan ribu malaikat, mendapatkan keberkahan hidup, serta jaminan pertolongan Allah SWT di dunia dan akhirat.
Penulis : Sangidun
Editor : Hery Lubis
































