JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menegaskan bahwa Gerakan Bersih Lumpur (Gerbek Lumpur) bukan sekadar kegiatan kerja bakti massal, melainkan strategi jangka panjang untuk menekan banjir dan genangan yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Program yang dimulai secara serentak pada Minggu (19/7/2026) itu akan berlangsung secara berkelanjutan hingga 31 Desember 2026. Targetnya, saat musim hujan tiba pada awal 2027, jumlah titik banjir dan genangan di Jakarta Barat dapat berkurang secara signifikan.
Wali Kota Jakarta Barat, Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan perdana, tetapi dari konsistensi pembersihan saluran air di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan kegiatan seremonial. Hari ini memang kick-off, tetapi setelah ini Gerbek Lumpur harus terus berjalan sesuai pemetaan lokasi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Iin saat memimpin apel Gerbek Lumpur di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng.
Menurutnya, sedimentasi lumpur, tumpukan sampah, hingga penyempitan saluran air menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air. Karena itu, seluruh saluran, mulai dari saluran lingkungan hingga saluran yang lebih besar, akan dibersihkan secara bertahap sesuai kewenangan masing-masing.
Iin juga mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dinilai menjadi faktor penting agar fungsi drainase tetap berjalan optimal.
“Wilayah ini milik kita bersama. Karena itu, menjaga saluran air juga menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, saluran air yang ditutup atau dipersempit sehingga mengganggu aliran akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Efektivitas program tersebut mulai terlihat dari kegiatan pembersihan sebelumnya. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam, petugas bersama warga berhasil mengangkut sekitar 1.000 karung lumpur dan sampah dari saluran air. Setelah sedimentasi diangkat, muka air disebut turun hingga sekitar 60 sentimeter, sehingga aliran air kembali lancar.
“Target kami bukan hanya mengangkat lumpur, tetapi memastikan seluruh saluran kembali berfungsi dengan baik sehingga air dapat mengalir tanpa hambatan,” jelasnya.
Pelaksanaan Gerbek Lumpur melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Jakarta Barat, Kodim 0503/Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat, Koramil 04/Cengkareng, Polsek Cengkareng, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, Mitra Jaya, hingga para Ketua RW.
Selain pembersihan saluran, program ini juga diintegrasikan dengan upaya pengelolaan sampah dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan waduk serta penyambungan saluran yang belum terhubung ke badan air utama.
Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap kolaborasi seluruh pihak tersebut mampu memberikan dampak nyata sehingga risiko banjir dan genangan dapat ditekan ketika musim hujan datang pada 2027.
Penulis : Rafian
Editor : Hery Lubis































