PURWAKARTA – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 organisasi GRIB Jaya yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Di tengah kemeriahan acara tersebut, perhatian sejumlah peserta tertuju pada keakraban antara putra sulung Hercules, Ferdinan, dengan Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta, H. Trisna Rizki Nugraha.
Keduanya tampak berbincang santai dengan penuh keakraban. Sesekali tawa lepas terdengar dari obrolan mereka yang berlangsung cukup lama hingga acara selesai. Kedekatan tersebut menunjukkan hubungan yang bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan telah terjalin layaknya keluarga.
Diketahui, hubungan baik antara Ferdinan dan H. Trisna Rizki Nugraha memang sudah lama terbangun. Mereka kerap berkomunikasi dan bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan, baik terkait organisasi maupun hal-hal lainnya.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditemui wartawan di Sekretariat DPC GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta, Jalan Pramuka, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kamis (14/5/2026), H. Trisna Rizki Nugraha mengungkapkan bahwa komunikasi yang terjalin dengan Ferdinan selama ini terasa sangat cair dan penuh kekeluargaan.
“Memang kami sering berkomunikasi dengan Brother Ferdinan, berbagi cerita, bertukar pendapat dan pikiran mengenai banyak hal. Beliau sosok yang enak diajak berdiskusi, kadang juga suka saling guyon,” ujar Trisna.
Ia menambahkan, kedekatan tersebut mencerminkan nilai utama yang dijunjung tinggi dalam tubuh organisasi GRIB Jaya, yakni semangat persaudaraan dan solidaritas antaranggota.
“Kalau sudah bertemu langsung rasanya waktu cepat sekali berlalu. Kami sudah seperti keluarga sendiri. Yang terpenting, kami terus saling mendoakan untuk segala kebaikan,” lanjutnya.
Menurut Trisna, GRIB Jaya bukan hanya organisasi kemasyarakatan biasa, melainkan wadah yang mengedepankan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam setiap langkah perjuangannya.
“GRIB Jaya lebih mengedepankan nilai kekeluargaan. Jadi tidak heran kalau sesama anggota terasa seperti keluarga besar sendiri. Tapi kami juga punya motto organisasi dalam memperjuangkan kebenaran, yaitu: ‘Kalau Ikut Jangan Takut, Kalau Takut Jangan Ikut’,” pungkasnya.
Penulis : Asbud
Editor : Pjm































