DUADIMENSI. COM JAKARTA – Rumah Pena Foundation menggelar program Goes to Schools di SMAN 84 Jakarta, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut mengajak para pelajar untuk lebih bijak menggunakan media sosial, kritis dalam menyaring informasi, sekaligus memahami pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Mengangkat tema “Bijak Bermedia Sosial, Cerdas Menyaring Informasi dan Sadar Hukum”, kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 12.30 WIB itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur.
Di antaranya Kepala Seksi Aplikasi dan Statistik (Astik) Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat Nur Izzuddin, Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, serta Guru Kesiswaan SMAN 84 Jakarta Priyono.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Nur Izzuddin mengajak para pelajar memanfaatkan internet dan media sosial untuk hal-hal positif, terutama dalam mendukung proses belajar, menambah wawasan, serta mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Namun, di sisi lain, ruang digital juga menyimpan berbagai risiko yang harus dipahami dan diantisipasi.
“Dunia digital banyak memberikan manfaat, tetapi banyak juga hal yang dapat merugikan. Saya berharap teman-teman siswa SMAN 84 dapat bijak memanfaatkan internet dan dunia digital untuk meningkatkan serta memaksimalkan potensinya,” ujar Nur.
Ia mengingatkan, kejahatan digital dapat terjadi kapan saja. Selain itu, penggunaan media sosial secara berlebihan juga berpotensi menimbulkan kecanduan hingga mengganggu aktivitas belajar.
Nur juga menekankan pentingnya menjaga jejak digital. Menurutnya, berbagai aktivitas yang dilakukan di ruang digital dapat meninggalkan rekam jejak yang berpotensi memengaruhi seseorang di kemudian hari.
“Jejak digital itu akan melekat dan tidak mudah dihilangkan. Karena itu, harus dijaga agar di kemudian hari tidak menjadi sesuatu yang merugikan atau membuat seseorang dinilai negatif,” katanya.
Nur pun mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan konten negatif maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Manfaatkan dunia digital sebaik-baiknya dan jangan melakukan hal-hal negatif di dunia digital,” tegasnya.

Pelajar Diingatkan Jauhi Tawuran dan Bullying
Sementara itu, Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman memberikan materi mengenai kesadaran hukum serta pencegahan kenakalan remaja.
Aep mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, seperti tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko.
Ia juga meminta para siswa SMAN 84 Jakarta ikut menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan kondusif serta tidak mudah terpengaruh ajakan melakukan tindakan yang dapat berujung pada persoalan hukum.
“Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran maupun tindakan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan,” ujar Aep.
Menurutnya, perkembangan teknologi juga harus diarahkan untuk kegiatan yang positif. Kemudahan mendapatkan informasi melalui internet, kata Aep, semestinya dimanfaatkan pelajar untuk belajar dan memperluas wawasan, bukan untuk melakukan tindakan yang merugikan.
Jangan Kejar Pengakuan di Media Sosial

Dari pihak sekolah, Guru Kesiswaan SMAN 84 Jakarta Priyono mengingatkan para siswa agar tidak mencari pengakuan dengan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia mencontohkan tawuran sebagai salah satu tindakan yang tidak memberikan keuntungan bagi pelajar. Selain dapat menimbulkan korban, tawuran juga dapat berujung pada persoalan hukum dan memberikan dampak panjang terhadap masa depan.
Priyono juga mengajak siswa menerapkan pesan yang disampaikan para narasumber, terutama dalam menyikapi informasi di media sosial.
“Jangan merasa hebat hanya karena menjadi orang pertama yang membagikan sebuah informasi. Lebih baik kita bertanya, mengecek dan memastikan terlebih dahulu. Tidak membagikan informasi juga tidak apa-apa,” tuturnya.
Siswa: Materinya Relevan dengan Kehidupan Pelajar

Sementara itu, siswa kelas X SMAN 84 Jakarta, Dandi Haryunda, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan yang digelar Rumah Pena Foundation tersebut.
Menurut Dandi, materi mengenai penggunaan media sosial dan cara menyaring informasi sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.
“Materinya sangat menarik dan bermanfaat. Kami diajarkan bahwa informasi di media sosial ada yang positif dan ada yang negatif. Jadi, kita harus lebih bijak sebelum membagikan informasi,” kata Dandi.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut disampaikan kepada teman-temannya.

Program Rumah Pena Foundation Goes to Schools ini menjadi salah satu upaya memberikan edukasi kepada generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, kritis dalam menerima informasi, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital maupun kehidupan sosial.
Dengan literasi digital dan kesadaran hukum yang semakin baik, para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas, bertanggung jawab dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.






























