JAKARTA — Tim penilai Festival Benyamin S Award (BSA) 2026 menyambangi kawasan Wisata Global Kampung Budaya Betawi Sukabumi Utara, Jalan Musa No. 26, RT 04/RW 08, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026).
Kedatangan tim penilai disambut langsung Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah bersama jajaran, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Plt Camat Kebon Jeruk Pangestu Aji, Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin, serta unsur RT/RW, kader, tokoh masyarakat dan warga.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, Sukabumi Utara memiliki beragam potensi yang layak dikembangkan, khususnya kearifan lokal dan budaya masyarakat yang hingga kini masih dijaga secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Iin, potensi budaya dan heritage menjadi salah satu kekuatan Sukabumi Utara. Salah satunya melalui Festival Rawa Belong yang digelar setiap tahun serta pengembangan budidaya anggrek.
“Kekompakan masyarakat menjadi kekuatan dalam menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang sarat dengan budaya Betawi,” ujar Iin.
Ia menilai, keterlibatan aktif masyarakat menjadi modal penting dalam mempertahankan karakter kawasan sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman dan memiliki daya tarik wisata.
Sementara itu, Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin mengatakan pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, asri, nyaman sekaligus produktif.
Dalam peninjauan, tim penilai BSA 2026 mengunjungi sejumlah titik unggulan di RW 08. Di antaranya Taman Makam Seroja Indah, gang hijau, taman bermain, ruang interaksi warga, urban farming, pemilahan sampah, tempat merangkai bunga, bank sampah, budidaya maggot, sumur teba-komposter, Sanggar Silat Cingkrik hingga lokasi pembuatan dodol.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan warga dalam mengelola lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi, budaya dan sosial di wilayahnya.
Anggota Tim Penilai BSA 2026, Wicaksono Sarosa, mengapresiasi kondisi lingkungan Sukabumi Utara yang dinilai telah tertata dengan baik. Namun, ia mengingatkan agar berbagai program dan capaian yang telah diraih tidak berhenti ketika proses penilaian selesai.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar berbagai inovasi dan kearifan lokal yang telah dibangun masyarakat dapat terus memberikan manfaat.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang secara bersama-sama menjaga lingkungan serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah Sukabumi Utara.
Kekompakan warga, keberagaman potensi budaya, serta inovasi dalam pengelolaan lingkungan menjadi modal penting bagi Sukabumi Utara untuk terus berkembang sebagai kawasan yang tidak hanya tertata, tetapi juga mampu mempertahankan identitas budaya Betawi.
Penulis : Hpz
Editor : Redaksi































