SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026).
Menteri Wihaji dalam sambutannya menjelaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya praktik pernikahan usia dini, belum optimalnya pemenuhan asupan gizi, serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Menurutnya, pernikahan usia dini memiliki kontribusi besar terhadap tingginya risiko stunting, karena berpengaruh langsung terhadap kesiapan kesehatan ibu dan anak. Ia pun menyoroti masih adanya praktik tersebut di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Kehadiran tersebut dinilai membawa semangat baru dalam upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting.
“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi motivasi dan semangat baru bagi kami dalam mengentaskan stunting,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program MBG 3B, yakni Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat di bawah arahan Presiden dalam memastikan pemenuhan gizi sejak dini.
Menurutnya, Program MBG 3B bukan sekadar bantuan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Dengan tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak akan lebih fokus belajar dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih cita-cita,” tambahnya.
Bupati juga menekankan peran strategis para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memastikan keberhasilan program. Kader tidak hanya bertugas mendistribusikan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi gizi seimbang serta melakukan pendampingan langsung kepada keluarga penerima manfaat.
Dedikasi para kader diharapkan mampu memastikan makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, bergizi seimbang, serta tepat sasaran bagi ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan.
Melalui kegiatan temu kader ini, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga posyandu.
“Kami optimistis Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kolaborasi yang solid, ia optimistis pelaksanaan program SPPG, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, terutama para kader TPK yang dengan penuh dedikasi mendampingi keluarga di lapangan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan kunjungan ke keluarga rawan stunting (KRS) serta meninjau rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan, kemudian dilanjutkan ke Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung.
Penulis : asep
Editor : pjm
Sumber Berita : duadimensi.com































