KOTA TANGERANG– Kondisi Pasar Anyar yang masih sepi pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri membuat para pedagang mulai angkat suara dan menagih realisasi janji pemerintah.
Mereka menilai sejumlah komitmen yang sebelumnya disampaikan pemerintah terkait penataan dan penghidupan kembali aktivitas pasar hingga kini belum juga terealisasi.
Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Haji Zain, mengaku pesimis dengan kondisi pasar saat ini. Menurutnya, sudah delapan bulan sejak para pedagang menempati gedung baru, namun janji-janji yang pernah disampaikan pemerintah belum juga terwujud.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau saya sebagai Ketua Paguyuban melihatnya agak pesimis. Karena sudah delapan bulan janji Pak Wali Kota itu satu pun belum ada yang terealisasi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, setidaknya ada empat poin janji yang sebelumnya disampaikan kepada para pedagang. Pertama, pemerintah berjanji akan membersihkan dan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Anyar agar akses menuju pasar lebih lancar.
Kedua, angkutan kota (angkot) dijanjikan akan masuk hingga ke dalam kawasan pasar dengan dukungan perbaikan infrastruktur jalan. Ketiga, pemerintah disebut akan menghidupkan kembali aktivitas pasar melalui berbagai kegiatan atau event, baik kegiatan pemerintahan maupun perayaan tertentu.
“Yang keempat, pasar dijanjikan bebas dari premanisme, atau oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi. Tapi semua itu sampai sekarang belum ada yang terealisasi,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga membuat banyak pemilik toko di dalam gedung pasar memilih menunda membuka usahanya. Mereka menunggu kepastian realisasi janji pemerintah, khususnya terkait penertiban PKL dan upaya meramaikan pasar.
“Pemilik toko itu memantau dulu. Yang mereka lihat ya janji Wali Kota tadi. Kalau semua itu direalisasikan, saya yakin mereka akan buka,” katanya.
Ia menilai, selama PKL masih berjualan di luar kawasan pasar, pembeli cenderung memilih berbelanja di luar karena lebih mudah diakses tanpa harus masuk ke dalam pasar.
“Di dalam ada pedagang sembako, di luar juga ada pedagang sembako. Pembeli tentu lebih memilih yang di luar karena tinggal berhenti tanpa harus parkir dan masuk ke dalam,” jelasnya.
Selain persoalan aktivitas pasar yang sepi, paguyuban pedagang juga menyoroti kondisi bangunan Pasar Anyar yang dinilai masih memiliki sejumlah kerusakan, salah satunya kebocoran saat hujan.
Lebih lanjut, menurutnya sejak awal paguyuban telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait disertai bukti foto dan video. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara.
“Kalau hujan masih banyak yang bocor. Dari awal kami sudah menyampaikan kondisi gedung ini dengan bukti video dan foto. Tapi yang dilakukan hanya ditambal atau ditutup, bukan diperbaiki secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan tanggung jawab terhadap kondisi bangunan pasar, mengingat hingga kini proses penyerahan dari pihak pemerintah pusat ke pemerintah daerah disebut belum selesai.
“Sekarang kalau rusak lagi atau bocor siapa yang akan memperbaiki? Sementara PT Urban sudah tidak ada di sini, dan sampai sekarang belum ada perbaikan yang benar-benar dilakukan,” katanya.
Dengan berbagai persoalan tersebut, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar aktivitas Pasar Anyar bisa kembali hidup dan perekonomian pedagang tidak terus terpuruk.
“Para pedagang ini kasihan. Sudah delapan bulan menempati gedung baru, tapi ekonomi justru semakin terpuruk. Bahkan sudah banyak yang menutup tokonya karena terlalu sepi. Kami hanya menagih janji pemerintah, kapan itu direalisasikan,” pungkasnya.
Menurut pantauan media di lapangan, area luar Pasar Anyar di sisi barat, utara, timur, dan selatan justru semakin dipadati pedagang kaki lima (PKL). Kondisi ini dinilai turut memengaruhi sepinya aktivitas di dalam gedung pasar.
Selain itu, minimnya saluran pembuangan air di lantai atas menyebabkan rembesan air hujan yang berpotensi menimbulkan kerusakan, bahkan membuat beberapa bagian plafon terancam ambruk.
Penulis : Abdul
Editor : Pjm
































