KOTA TANGERANG– Pemerintah Kecamatan Periuk terus mengoptimalkan penanganan banjir dengan memaksimalkan operasional dapur umum dan posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak.
Camat Periuk Kota Tangerang, Andhika Nugraha Krisyna Murti, menyampaikan hingga hari kedua penanganan banjir, dapur umum yang beroperasi telah disiapkan di beberapa titik untuk memastikan kebutuhan logistik warga di pengungsian tetap terpenuhi.
“Untuk hari kedua ini, karena di dua kelurahan sudah cukup aman dan tidak ada lagi pengungsian, posko kita berada di tiga kelurahan, ditambah satu posko warga mandiri. Total dapur umum yang beroperasi hari ini ada lima titik,” ujarnya, saat ditemui di lokasi posko, Senin (09/03/2026).
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, seluruh dapur umum tersebut telah dilengkapi peralatan memasak serta logistik yang cukup, sehingga pelayanan bagi warga di pengungsian dapat berjalan optimal.
“Kami mencoba memaksimalkan fasilitas dapur umum agar warga yang berada di posko pengungsian bisa tetap terpenuhi kebutuhannya,” katanya.
Sementara itu, kondisi genangan banjir di wilayah Kecamatan Periuk masih terpantau di sejumlah titik. Pemerintah kecamatan mencatat setidaknya terdapat sekitar 20 titik genangan yang tersebar di tiga kelurahan.
“Untuk ketinggian muka air relatif bervariasi. Titik terdalam berada di Periuk Damai, tepatnya di RW 08, dengan ketinggian air mencapai sekitar empat meter,” jelasnya.
Data sementara menunjukkan sebanyak 4.481 kepala keluarga (KK) atau sekitar 13.718 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.842 warga masih berada di posko pengungsian per 9 Maret 2026.
Pemerintah Kecamatan Periuk juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi teknis guna mempercepat penanganan banjir.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas teknis seperti Dinas PUPR Kota Tangerang, BPBD Kota Tangerang, serta pihak terkait lainnya agar permasalahan genangan dan banjir ini bisa segera tertangani,” ungkap Andhika.
Ia berharap langkah-langkah penanganan yang dilakukan dapat mengurangi risiko banjir berulang di wilayah Kecamatan Periuk.
Di akhir keterangannya, Andhika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kondisi kesehatan selama berada di pengungsian.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Periuk, untuk tetap menjaga kesehatan dan memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Tetap waspada terhadap keselamatan, dan jika ada kendala selama berada di posko pengungsian, segera laporkan kepada aparat wilayah atau Dinas Kesehatan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah penanganan yang dilakukan, Pemerintah Kecamatan Periuk terus berupaya memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi sekaligus mempercepat penanganan banjir di wilayah tersebut. Melalui koordinasi lintas dinas dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kondisi di Kecamatan Periuk segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Penulis : Abdul
Editor : Pjm
































