CILACAP, duadimensi.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Kepala Desa Mulyadadi, Rasam, meninggal dunia pada Sabtu (27/6/2026) dalam usia sekitar 70 tahun setelah berjuang melawan penyakit tumor di kepala yang dideritanya.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Geriatri Purwokerto. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Purwodadi, Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, dan dimakamkan pada hari yang sama dalam suasana penuh haru dan khidmat.
Prosesi takziah dan pemakaman dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Majenang, Aji Pramono, Kapolsek Majenang beserta jajaran, seluruh kepala desa se-Kecamatan Majenang, mantan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, serta perangkat Desa Mulyadadi.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Kepala Desa Mulyadadi periode 2008–2014, Sangidun, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami sekeluarga dan seluruh warga menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Rasam. Beliau merupakan sosok pemimpin yang jujur, sabar, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Banyak kemajuan yang telah dicapai Desa Mulyadadi selama masa kepemimpinan beliau. Semoga amal ibadah dan pengabdiannya diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Sangidun.
Semasa memimpin Desa Mulyadadi, Rasam dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, terbuka dalam musyawarah, serta aktif mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga.
Dedikasi dan pengabdiannya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Mulyadadi.
Almarhum meninggalkan seorang istri, lima anak, dan lima cucu. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai pemimpin yang mengayomi dan penuh perhatian.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan menghadapi musibah ini.
Penulis : Sangidun
Editor : Redaksi































