JAKARTA – Menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, denyut persiapan pengamanan di Ibu Kota Jakarta terasa semakin intens. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah mengumumkan kesiapsiagaan penuh, mengerahkan ribuan personel pilihan serta berbagai Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) termutakhir. Langkah ini diambil demi menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan yang akan dihadiri oleh Presiden dan para tamu VVIP.
Komandan Paspampres, Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha, menegaskan bahwa tugas pengamanan bukan sekadar melumpuhkan ancaman, melainkan mencegah ancaman itu muncul sama sekali. “Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” ungkap Mayjen Edwin dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 11 Agustus 2026. Filosofi inilah yang mendasari persiapan matang Paspampres dalam mengawal peringatan kemerdekaan yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mendukung misi vital ini, Paspampres tidak main-main dalam mempersenjatai pasukannya. Berbagai alutsista canggih siap diterjunkan, menunjukkan komitmen terhadap standar keamanan tertinggi. Di antara deretan senjata yang disiapkan adalah senapan Caracal dan Dasan, senapan serbu SS1 V3 Croom, serta MP 7. Untuk pertempuran jarak dekat, berbagai jenis pistol seperti G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer telah disiagakan. Kemampuan jarak jauh juga diperkuat dengan senjata Sniper SPR 3 Pindad dan Sniper AW, menjamin daya deteksi dan respons yang presisi.
Tak hanya senjata individu, Paspampres juga melengkapi diri dengan kendaraan pendukung yang memiliki kemampuan khusus. Satu unit kendaraan anti-drone dari Koopsudnas disiapkan untuk menangkal potensi ancaman dari udara. Selain itu, satu kendaraan Maung Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) juga disiagakan untuk perlindungan optimal. Barisan kendaraan taktis lainnya turut mengisi jajaran pengamanan, meliputi kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive) untuk penanganan ancaman non-konvensional, kendaraan jammer untuk mengacaukan sinyal komunikasi musuh, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal mewah Goldwing.
Total 1.147 personel Paspampres akan disebar dalam beberapa satuan tugas pengamanan (Satgas) yang spesifik untuk setiap agenda. Untuk Satuan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) pada 14 Agustus, sebanyak 151 personel akan bertugas. Keesokan harinya, pada 15 Agustus, saat Sidang DPR/MPR digelar, 277 personel Paspampres akan menjaga ketat lokasi. Puncak pengamanan terjadi pada 17 Agustus, Hari Kemerdekaan, di mana tim Paspampres akan terbagi di beberapa titik krusial. Sebanyak 294 personel akan fokus pada Upacara Penaikan dan Penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka, jantung perayaan. Sementara itu, 205 personel lain akan mengamankan Acara Pesta Rakyat yang meriah di Monumen Nasional. Tak lupa, Paspampres juga mengerahkan 70 orang untuk Tim Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera pusaka, serta 150 personel untuk Tim Pasukan Upacara yang memastikan jalannya seremoni dengan khidmat dan tertib.
Dengan persiapan yang begitu detail dan komprehensif ini, Paspampres menunjukkan dedikasi penuh mereka dalam mengawal jalannya perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kehadiran ribuan personel terlatih dan alutsista termutakhir bukan hanya sebagai bentuk pengamanan semata, melainkan juga simbol dari kedaulatan negara yang selalu terjaga. Diharapkan, seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, aman, dan penuh makna, memberikan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan hari bersejarah ini dengan bangga dan suka cita, bebas dari segala ancaman.































