PADANGSIDIMPUAN – Warga Aek Gareder, Lingkungan II, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya di areal kebun milik warga, Kamis (8/1/2026) sore.
Korban diketahui berinisial NN (45), seorang petani asal Desa Muara Ampolu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. NN sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Rabu (7/1/2026) sore.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbujur kaku di balik semak-semak tanpa mengenakan baju. Leher korban terjerat kain kaus berwarna hijau lumut yang telah robek, sementara sebuah ikat pinggang hijau tampak terikat pada batang pohon karet dan terselip di bagian leher korban.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditemukan Warga Saat Melintas ke Kebun
Penemuan jasad bermula ketika seorang warga yang hendak menuju kebunnya sekitar pukul 15.37 WIB mencium bau tak sedap dari balik semak-semak. Saat didekati, warga tersebut mendapati sesosok tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa.
Temuan itu segera dilaporkan kepada Lurah Pijorkoling, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Polres Padangsidimpuan.
Tak berselang lama, petugas gabungan dari Polres Padangsidimpuan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho, bersama personel Intelkam dan piket fungsi, langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Secara kasat mata, kematian korban tidak wajar. Karena itu kami langsung melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta mengamankan lokasi,” ujar AKP Hasiholan Naibaho.
Ditemukan Tanda Kekerasan
Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana jeans hitam. Di bagian leher korban terdapat kain kaus yang diikat dengan dua simpul mati. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya unsur kekerasan.
Unit Inafis Polres Padangsidimpuan kemudian melakukan identifikasi dan dokumentasi di lokasi. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Istri Melapor Kehilangan
Di waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 15.45 WIB, seorang perempuan bernama Nurlina Sari Siburian, yang merupakan istri pertama korban, mendatangi SPKT Polres Padangsidimpuan untuk melaporkan kehilangan suaminya.
Mendengar adanya informasi penemuan mayat di wilayah Pijorkoling, Nurlina menduga jasad tersebut adalah suaminya dan langsung ikut ke lokasi kejadian.
Hasil Visum Mengarah Tindak Pidana
Berdasarkan hasil visum sementara yang dilakukan oleh dr. Lily Damayanti Lubis, ditemukan sejumlah luka mencurigakan pada tubuh korban.
AKP Hasiholan membeberkan, korban mengalami dua luka tusuk di bagian belakang kepala, 18 luka tusukan tidak beraturan di kepala, serta luka robek pada daun telinga kiri. Selain itu, terdapat luka lecet melingkar di leher, pembengkakan di tengkuk dan pipi kiri, memar di lengan, paha, lutut, serta kelopak mata.
“Ditemukan juga lidah tergigit, keluar cairan dari kemaluan dan anus, serta tanda kaku mayat positif. Dari hasil visum ini, sangat kuat dugaan korban meninggal secara tidak wajar dan mengarah pada tindak pidana,” tegasnya.
Keluarga Minta Autopsi
Pihak keluarga korban tiba di RSUD Padangsidimpuan sekitar pukul 18.30 WIB dan secara resmi meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Polres Padangsidimpuan berencana membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi lanjutan.
“Autopsi sangat penting untuk memastikan penyebab kematian dan menentukan langkah hukum selanjutnya. Kami menghormati permintaan keluarga korban,” ujar Kasat Reskrim.
Polisi Lakukan Pendalaman.
Saat ini, Sat Reskrim bersama Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan masih melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri aktivitas terakhir korban, serta mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan.
AKP Hasiholan juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara resmi,” pungkasnya.
Penulis : mansur lubis
Editor : pjm
Sumber Berita : duadimensi.com































