CILACAP – Upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan wilayah dari ancaman bencana alam kembali diwujudkan. Pada tahun 2026, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy mulai merealisasikan pembangunan bronjong sungai di sejumlah titik rawan longsor dan abrasi di wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat.
Proyek ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana, terutama erosi tebing sungai serta luapan air yang kerap mengancam permukiman warga saat musim hujan.
Pekerjaan Mulai Terlihat di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lapangan pada akhir Maret 2026, aktivitas pembangunan sudah mulai berjalan. Para pekerja tampak melakukan penataan material serta pengerjaan pondasi bronjong di beberapa titik yang dinilai rawan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga Senin (06/04/2026), proses pembangunan masih berlangsung. Bahkan, di beberapa lokasi, pekerjaan sudah menunjukkan progres signifikan dan sebagian titik telah rampung.
Warga Sambut Positif, Rasa Aman Meningkat
Kehadiran proyek ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selama ini, warga hidup dalam kekhawatiran terhadap ancaman longsor dan abrasi, terutama saat curah hujan tinggi.
Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Kami sangat senang dan merasa lebih aman. Dengan adanya bronjong ini, rumah dan lahan pertanian kami tidak lagi dihantui rasa cemas akibat gerusan air sungai,” ujarnya.
Harapan Pengerjaan Tepat Waktu dan Berkualitas
Masyarakat berharap pembangunan bronjong ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan secara maksimal dalam menekan potensi bencana.
Komitmen Lindungi Lingkungan dan Warga
Pembangunan bronjong ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Citanduy dalam menjaga stabilitas aliran sungai, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Dengan adanya bangunan penahan ini, diharapkan tebing sungai menjadi lebih kuat, aliran air lebih terkendali, dan potensi kerugian akibat bencana alam dapat diminimalisir, khususnya di wilayah Cilacap bagian barat.
Penulis : Sangidun
Editor : Pjm































