TULANG BAWANG BARAT — Pekerjaan rekonstruksi Jalan Simpang PU–Pasar Tempel, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, terhenti lebih dari 30 hari. Kondisi ini menuai sorotan Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Tubaba lantaran material batu agregat berserakan dan debu mengganggu pengguna jalan.
Proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba tersebut dikerjakan CV Mitra Muda Perkasa dengan nilai kontrak Rp4.118.553.000 dari anggaran tahun 2026.
Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, bersama Wakil Ketua I, Deki Alfarizi, meninjau lokasi dan menyerap keluhan warga. JWI mendesak PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, serta kontraktor pelaksana memberikan penjelasan mengenai penyebab terhentinya pekerjaan, progres fisik, dan kepastian jadwal penyelesaian.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pihak terkait perlu memberikan penjelasan yang jelas mengenai penyebab terhentinya pekerjaan, progres fisik saat ini, dan kapan pengerjaan akan dilanjutkan,” demikian sikap JWI Tubaba.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rejok yang mengaku sebagai pelaksana lapangan menyebut pengaspalan masih menunggu antrean material hotmix. Menurutnya, antrean tersebut juga melibatkan proyek dari daerah lain. Namun, ia belum dapat memastikan kapan pengaspalan akan dimulai. Ia juga menyebut pemesanan material dilakukan melalui PT 31.
Sementara itu, warga setempat, Edi Yanto dan seorang warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengeluhkan debu serta batu agregat yang berserakan di badan jalan. Warga juga menyebut kecelakaan kerap terjadi di lokasi tersebut, meski jumlah dan penyebab kejadiannya masih perlu diverifikasi.
JWI Tubaba meminta PUPR dan kontraktor segera memberikan klarifikasi serta menyampaikan rencana kelanjutan pekerjaan secara transparan. Selain memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan kontrak, pihak terkait diharapkan memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan belum rampung.
Penulis : Junaidi
Editor : Redaksi































