SUMUT – Antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mandailing Natal serta wilayah sekitarnya. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan.
Rasyidin, salah seorang pengguna kendaraan roda empat, mengaku terpaksa harus mengantre panjang demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.
“Karena butuh, mau tidak mau harus rela antre panjang untuk mendapatkan Pertalite. Sejak sore saya sudah ikut antre, Pak. Kalau beli eceran saya tidak sanggup karena harganya mencapai Rp15.000 per liter,” ujarnya saat ditemui di SPBU Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal,
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, kondisi ini sempat berangsur normal pasca bencana yang terjadi menjelang akhir tahun 2025. Namun, kelangkaan BBM kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Baru saja normal, eh sekarang kembali lagi langka. Semoga pemerintah, khususnya Pertamina, bisa secepatnya mengembalikan situasi seperti semula,” singkatnya.
Sementara itu, M. Romi Bahtiar dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, dalam pernyataan resminya melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Minggu (1/2), memastikan penyaluran BBM di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya berangsur normal.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan penyaluran BBM di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya saat ini berada dalam proses pemulihan secara bertahap dan terkendali, seiring dengan optimalisasi pola distribusi dari Fuel Terminal (FT) Sibolga,” jelasnya.
Ia menambahkan, guna menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), masing-masing disiapkan tambahan pasokan sebesar 2.000 kiloliter (KL) dan 4.000 KL yang dijadwalkan tiba pada Minggu (1/2) dini hari. Sementara itu, suplai Pertamax sebesar 1.000 KL diperkirakan tiba pada periode yang sama.
“Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan kembali berangsur normal mulai akhir pekan ini, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap,” tambah Bahtiar.
Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Selain itu, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Penulis : Mansyur Lubis
Editor : Hery Lubis































