MADINA – Pembangunan (rehabilitasi) tanggul Irigasi Batang Angkola yang sempat jebol pada tahun lalu kini telah rampung. Tanggul tersebut berada di Desa Aek Badak Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
Diketahui, tanggul Irigasi BWS II saluran kiri Batang Angkola jebol akibat curah hujan berkepanjangan. Dampaknya sangat dirasakan para petani sawah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang selama ini bergantung pada aliran irigasi tersebut. Bahkan, petani sempat mengalami gagal panen hingga tiga kali karena tidak mendapatkan suplai air.
Berkat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, rehabilitasi tanggul akhirnya dapat direalisasikan. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Nugraha Perkasa dengan pengawasan dari PU Irigasi BWS III serta pengawas utama dari Kementerian Pekerjaan Umum RI.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sardi, selaku kontraktor dari CV Nugraha Perkasa, menjelaskan bahwa panjang saluran irigasi yang direhabilitasi mencapai sekitar 130 meter, dengan lebar 6 meter dan tinggi 2,5 meter. Pekerjaan dilaksanakan selama 210 hari, dengan sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025 menggunakan sistem Unit Price.
“Sejak awal pelaksanaan pekerjaan, alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Yang kami khawatirkan hanya faktor cuaca. Mudah-mudahan ke depan tetap aman,” ujar Sardi.
Sementara itu, Pengawas Utama dari Kementerian PU Irigasi RI, Ahmad Fahri Lubis, menegaskan bahwa pihaknya bersama para pengawas lainnya terus melakukan pengawasan ketat agar pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.
“Kami memastikan pekerjaan berjalan maksimal dan sesuai jadwal. Saya bersama pengawas lainnya, Mansur Siregar dan Ismu Tanjung, selalu hadir di lapangan setiap hari,” tegasnya.
Meski sempat terkendala curah hujan di akhir masa pekerjaan, CV Nugraha Perkasa tetap berupaya menyelesaikan pembangunan dengan optimal. Sardi juga menegaskan komitmennya agar air irigasi dapat segera dimanfaatkan petani pada masa tanam tahun ini.
Saat awak media meninjau langsung ke lokasi, terlihat pembangunan tanggul telah selesai dan air sudah dialirkan kembali ke saluran irigasi. Para petani pun kini dapat kembali menggarap sawah mereka seperti sediakala. Ribuan hektare lahan pertanian yang sebelumnya terdampak kini kembali produktif.
Koordinator Dinas Pertanian Kecamatan Siabu, Kholidah, SP, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan bahwa air irigasi telah mengalir ke lahan sawah petani.
“Permohonan para petani sudah kami sampaikan ke Dinas PU Irigasi. Alhamdulillah, air sudah masuk ke lahan. Kami juga turun langsung ke lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengaku bangga saat diundang oleh Kelompok Tani Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, yang diketuai Amat Raja Nasution, untuk ikut menanam padi bersama di hamparan sawah kelompok tani tersebut.
“Sebagai koordinator, saya merasa bangga dan bersyukur bisa diajak bekerja sama langsung oleh para petani,” pungkas Kholidah.
Penulis : ahd rasidin
Editor : pjm































