CILACAP JATENG – Keluhan masyarakat kembali terdengar terkait harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik. Kali ini, komoditas minyak goreng menjadi sorotan utama, khususnya merek Minyakita yang harganya kini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Di wilayah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kondisi ini terasa sangat memberatkan. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu, 05 April 2026, harga Minyakita yang seharusnya dijual maksimal Rp15.700 per liter, kini justru dijual mencapai Rp20.500 per liter.
Masyarakat Mengeluh, Beban Pengeluaran Meningkat
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ema-ema banyak yang mengeluh, mahal sekali sekarang. Padahal ini kan kebutuhan sehari-hari buat masak, buat goreng-gorengan. Kalau harganya segini jauh dari HET, pasti berat buat keluarga,” ujar salah satu warga saat ditemui.
Selisih harga yang mencapai hampir Rp5.000 per liter ini tentu memberikan dampak besar bagi anggaran rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu yang mengatur keuangan keluarga. Banyak yang berharap harga bisa segera kembali normal atau setidaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pedagang Sebut Harga Beli Juga Naik, Bahkan Akan Naik Lagi
Sementara itu, para pedagang di pasar dan toko kelontong juga mengaku kesulitan. Menurut keterangan salah satu pemilik toko, kenaikan harga terjadi karena harga pasokan dari distributor juga ikut naik.
Yang lebih memprihatinkan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa harga kemungkinan akan kembali naik dalam waktu dekat.
“Katanya dalam seminggu lagi mau naik lagi. Kami juga bingung, karena kalau beli dari atas sudah mahal, bagaimana mau jual murah? Tapi kalau jual mahal, pembeli juga komplain,” ungkap pedagang tersebut dengan nada lemas.
Minta Dinas Terkait Segera Tindak Lanjut
Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali ini, masyarakat dan pelaku usaha berharap agar Dinas Perdagangan dan instansi terkait segera turun tangan. Diperlukan langkah nyata untuk melakukan pengawasan, pengecekan rantai distribusi, serta upaya stabilisasi harga agar minyak goreng bisa kembali terjangkau oleh masyarakat luas.
“Kami berharap ada solusi cepat. Jangan sampai harga terus naik tanpa ada kepastian, karena ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak dinas terkait terkait lonjakan harga minyak goreng di wilayah Majenang.( Sangidun/Tim )
Penulis : Sangudun
Editor : Redaksi































