JAKARTA — Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi program Polisi Jaga Sekolah yang dijalankan jajaran Polres Metro Jakarta Barat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan memberikan perlindungan kepada para pelajar.
Apresiasi tersebut disampaikan Iin saat menghadiri Rapat Koordinasi Orang Tua Asuh dan Polisi Sahabat Pelajar melalui Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di Aula Bank BRI, Jalan S. Parman, Kemanggisan, Palmerah, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi, perwakilan Dandim 0503/JB, para kapolsek, camat dan lurah se-Palmerah, jajaran Suku Dinas Pendidikan, serta para kepala sekolah.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Iin Mutmainnah menilai kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan tidak hanya untuk menjaga keamanan sekolah, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas sebagai pemimpin di masa depan.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan, Polisi Jaga Sekolah merupakan bentuk kolaborasi antara Polri, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman serta memberikan perlindungan kepada para siswa.
Nasriadi mengatakan, program tersebut berawal dari peluncuran Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) oleh Polda Metro Jaya pada 11 Maret 2025 di SMA Negeri 78 Kemanggisan, Jakarta Barat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut melibatkan empat pilar utama penjaga sekolah yang disingkat POSG, yakni Polri sebagai pendamping dan melakukan deteksi dini; orang tua berperan dalam melakukan kontrol dan menjaga; siswa saling menjaga serta melaporkan apabila menemukan persoalan; dan guru menjalankan fungsi pembinaan serta pengawasan.
Dalam pelaksanaannya, program Polisi Jaga Sekolah menyasar 175 sekolah dengan 2.039 kelas dan 64.768 siswa. Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 894 personel telah disiapkan berdasarkan tingkat prioritas pengamanan.
Nasriadi menambahkan, penguatan program dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain imbauan harian, WhatsApp blasting, pemantauan kepulangan siswa melalui grup WhatsApp kelas, serta kegiatan positif berupa musik dan olahraga.
Kegiatan positif tersebut secara khusus dilaksanakan pada hari pelaksanaan di 19 sekolah yang masuk dalam cluster merah, sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman sekaligus mendorong aktivitas positif bagi para pelajar.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, program Polisi Jaga Sekolah diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan perlindungan terhadap siswa sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Penulis : Hfs
Editor : Redaksi































