JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan gedung baru Puskesmas Kecamatan Taman Sari di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026). Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan kapasitas pelayanan yang lebih memadai, puskesmas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi sekitar 124.500 jiwa, dengan rata-rata kunjungan mencapai 500 pasien setiap hari.
Pramono mengatakan, gedung baru Puskesmas Taman Sari berdiri di atas lahan seluas sekitar 976 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 2.725 meter persegi. Fasilitas tersebut didukung lima Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 63 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Taman Sari.
Menurutnya, puskesmas tersebut menyediakan beragam layanan kesehatan, mulai dari pelayanan bagi ibu hamil hingga bayi dan balita. Salah satu layanan yang menjadi perhatian ialah kelas senam kehamilan, yang bertujuan mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pramono juga mengapresiasi keterlibatan para suami yang mendampingi istri mengikuti kelas senam kehamilan. Ia menilai, kehadiran suami dapat memberikan rasa tenang, nyaman, dan bahagia bagi ibu hamil.
Selain memberikan dukungan emosional, keterlibatan suami juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam mendampingi istri menjalani masa kehamilan.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menegaskan pentingnya memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia ingin agar setiap warga yang membutuhkan layanan kesehatan tetap memperoleh pelayanan, termasuk mereka yang tidak memiliki KTP Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa sebelum menempati gedung baru, Puskesmas Kecamatan Taman Sari beroperasi di Jalan Blustru, Mangga Besar. Namun, keterbatasan ruang di lokasi lama membuat pengembangan layanan kesehatan belum dapat dilakukan secara optimal.
Menurut Ani, keberadaan gedung baru yang lebih luas membuka peluang bagi puskesmas untuk mengembangkan berbagai jenis pelayanan, terutama yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif. Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, sedangkan upaya preventif berfokus pada pencegahan penyakit dan masalah kesehatan.
Meski telah menempati gedung baru, pelayanan kesehatan Puskesmas Taman Sari tetap beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ani menambahkan, gedung puskesmas lama di Jalan Blustru tetap dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu) Taman Sari. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh layanan medis.
Dengan fasilitas yang lebih memadai dan dukungan jaringan pelayanan kesehatan di tingkat wilayah, Puskesmas Taman Sari diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, mudah dijangkau, dan merata bagi masyarakat Jakarta Barat.
Penulis : Rls
Editor : Redaksi






