JAKARTA – Sanggar Seni Budaya Kayu Besar (SSBKB) menggelar pentas seni budaya Betawi dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 di Kampung Kayu Besar, RW 011, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menampilkan beragam kesenian khas Betawi, seperti tari tradisional, seni bela diri Pukul Beksi, Gambang Kromong, hingga ditutup dengan pertunjukan Lenong Betawi. Selain melestarikan budaya, panitia juga memberikan santunan kepada 40 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Acara yang dipandu oleh MC Bang Adit dan Mpo Adelia berlangsung semarak dengan nuansa khas Betawi yang menghibur para tamu undangan dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Barat, Camat Cengkareng, Lurah Cengkareng Timur beserta jajaran, Kapolsek Cengkareng, para Ketua RW, LMK, FKDM, Karang Taruna Kelurahan Cengkareng Timur, serta perwakilan berbagai sanggar seni dan perguruan silat Betawi.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia, Bang Samsudin, mengatakan bahwa pada usia ke-11 ini SSBKB ingin menjadi salah satu barometer pelestarian budaya Betawi di wilayah Cengkareng Timur agar sejarah dan warisan budaya Betawi tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada para orang tua yang selalu mendoakan kami dan kepada Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Barat yang telah memberikan dukungan penuh. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama acara berlangsung,” ujar Samsudin.
Sementara itu, Pembina SSBKB sekaligus Ketua RW 011, Bang Rojali, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Betawi agar tidak hilang ditelan perkembangan budaya asing.
“Kalau bukan kita sebagai generasi penerus yang menjaga budaya ini, saya khawatir budaya Betawi akan punah. Kampung Kayu Besar adalah tanah kelahiran kita, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Pembina II SSBKB, Bang Japra, juga mengajak generasi muda agar lebih mencintai budaya Betawi dan aktif mengikuti kegiatan seni budaya dibanding hanya mengadopsi budaya asing.
Sanggar Seni Budaya Kayu Besar yang dikomandoi Bang Marsin Kinoy merupakan wadah yang menghimpun berbagai sanggar seni dan perguruan silat Betawi di wilayah Kampung Kayu Besar. Dalam perayaan HUT ke-11 ini, puluhan sanggar, paguron, komunitas budaya, dan organisasi pencak silat dari Jakarta dan sekitarnya turut hadir memberikan dukungan serta menampilkan semangat persaudaraan dalam melestarikan budaya Betawi.
Perayaan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut ditutup dengan pertunjukan Lenong Betawi yang disambut antusias oleh masyarakat dan para tamu undangan.
Penulis : Bo ah
Editor : Redaksi































