JAKARTA – Sejumlah warga terdampak relokasi di kawasan Kamal dan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat akhirnya menerima tawaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pindah ke berbagai rusunawa yang ada di Jakarta
Selain pertimbangan keterbatasan ekonomi, kesehatan hingga keinginan untuk mendapatkan hunian lebih layak.Warga juga berharap akan merubah hidup lebih baik.
”Tak ada pilihan lain, saya ngontrak tak punya duit. Di sini kontrakan cukup mahal bagi kami yang tak punya penghasilan tetap.Belum bayar listrik. Jadi, bisa sampai Rp1 juta-an sebulan bisa lebih,” ujar Wati satu warga, saat ditemui di bus yang mengantarnya ke Rusunawa kawasan Kamal, Senin (30/3/2026)
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, janji akan yang diterimanya adalah di rusun nanti akan mendapatkan biaya sewa yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 550 ribu per bulan.
Bahkan, ia dan warga relokasi lainnya memperoleh keringanan berupa pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama.
Selama enam bulan gratis, cuma bayar listrik sama air. Tiga bulan dari pemerintah, tiga bulan dari rusun,” jelasnya.
Setelah masa gratis berakhir, tarif sewa yang dikenakan pun masih relatif ringan, yakni sekitar setengah dari harga normal.
Wati menilai, hal ini sangat membantu warga dengan kondisi ekonomi terbatas saat ini.
Selama kurang lebih 20 tahun ia tinggal di rumah sederhana di RW 07 Kamal. Meski harus meninggalkan tempat yang telah lama ia huni, ia mengaku ikhlas.
“Karena itu tanah pemerintah, saya juga sadar. Sudah 20 tahun tinggal di situ juga sudah bersyukur. Yang penting sekarang saya bisa terdata, dapat bantuan seperti bansos atau PKH,” katanya.
Selain faktor ekonomi, kondisi kesehatan menjadi alasan kuat bagi Wati untuk pindah.
Penulis : Hery Lubis
Editor : Red






























