JAKARTA – Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (9/8/2026), berlangsung semakin meriah dengan kehadiran ribuan pendekar pencak silat dari berbagai perguruan dan padepokan di wilayah DKI Jakarta.
Lebih dari 6.500 pesilat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai perguruan pencak silat dengan membawa semangat kebersamaan dan persatuan melalui tema “Bersatu Dalam Gerak, Merdeka dalam Semangat.”
Kehadiran ribuan pendekar tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HBKB, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam perguruan silat tampil dengan identitas dan ciri khas masing-masing. Para pesilat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjadikan kawasan HBKB Bundaran HI dipenuhi nuansa seni bela diri tradisional yang sarat dengan nilai disiplin, persaudaraan dan kebersamaan.
Di antara ribuan pendekar yang hadir, Perguruan Silat Satria Muda Indonesia turut berpartisipasi dengan mengerahkan sekitar 186 anggotanya dari wilayah Jakarta Barat.
Rombongan Satria Muda Indonesia Jakarta Barat dipimpin langsung Ketua Komwil, Ir. Indra Madya Permana. Kehadiran ratusan anggota tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan berbagai perguruan pencak silat dalam satu ruang kebersamaan di tengah masyarakat.
Momentum HBKB kali ini juga bertepatan dengan peluncuran jalur layanan baru Transjakarta yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto serta sejumlah kepala dinas terkait.
Peluncuran layanan baru tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi dan dapat mendukung mobilitas masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan HBKB.
Kehadiran ribuan pendekar dan peluncuran layanan transportasi publik tersebut sekaligus membuat HBKB di kawasan Bundaran HI menjadi ruang pertemuan antara olahraga, budaya, komunitas dan pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, semangat pencak silat tidak hanya ditampilkan sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus menjaga eksistensi pencak silat sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya bangsa.
Penulis : Sri Purwaningsuh
Editor : Redaksi































