JAKARTA — Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat terus memperkuat upaya mitigasi banjir dan genangan dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur di Kali Grogol, kawasan Kemanggisan, sepanjang kurang lebih 3 kilometer.
Pengerukan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan dan aliran air sekaligus mengantisipasi potensi banjir dan genangan saat musim hujan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan langkah mitigasi penanggulangan banjir dan genangan terus dimaksimalkan sepanjang 2026. Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengurangan banjir dan genangan ketika memasuki musim hujan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mitigasi penanggulangan banjir dan genangan terus kami maksimalkan pada tahun 2026. Diharapkan target pengurangan secara signifikan dapat terlihat pada 2027 atau ketika musim hujan tiba,” ujar Iin.
Ia menjelaskan, pengerukan lumpur pada saluran makro menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kapasitas tampungan air. Selain Kali Grogol, kegiatan serupa juga dilakukan di Kali Mookervart dan selanjutnya akan dilanjutkan ke Cengkareng Drain.
Menurut Iin, penanganan banjir tidak hanya difokuskan pada saluran makro. Pembersihan dan pengerukan juga dilakukan pada saluran mikro serta saluran penghubung (PHB) yang berada di kawasan permukiman warga.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab, mengatakan pengerukan Kali Grogol di kawasan Kemanggisan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air kali.
“Pengerukan dilakukan saat kondisi cuaca mendukung dan volume air kali sedang rendah,” kata Mustajab.
Berdasarkan perhitungan, pengerukan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut diperkirakan akan mengangkat sekitar 45.000 meter kubik lumpur dari Kali Grogol.
Mustajab menambahkan, pengerukan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, antara lain Kali Mookervart, Kali Semongol, dan Kali Angke. Khusus di Kali Angke, pengerukan telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Dalam kegiatan tersebut, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan sekitar 30 unit dump truck dengan kapasitas angkut masing-masing sekitar 8 meter kubik.
Selain dump truck, petugas juga menggunakan alat berat jenis amfibi dan long arm. Alat amfibi digunakan untuk melakukan pengerukan material sedimentasi dari dalam kali, sedangkan long arm dimanfaatkan untuk memindahkan lumpur hasil pengerukan menuju dump truck.
Mustajab berharap masyarakat turut berperan menjaga fungsi saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan ke kali maupun saluran air.
“Menjaga kebersihan kali dan saluran air merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Adapun material lumpur hasil pengerukan selanjutnya dibawa ke kawasan Walungan dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur.
Upaya pengerukan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan dan mitigasi banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat secara bertahap, baik pada saluran makro maupun jaringan saluran di kawasan permukiman.
Penulis : Rls
Editor : Redaksi































