Dunia maya sempat dihebohkan dengan kabar tak sedap mengenai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Isu beredar menyebutkan Pratikno jatuh sakit dan bahkan akan mundur dari jabatannya, memicu tanda tanya di kalangan publik dan pengamat politik. Namun, angin rumor tersebut langsung ditepis keras, bukan hanya oleh pihak Istana, melainkan juga langsung dari sang menteri sendiri. Ternyata, di tengah simpang siur kabar, Pratikno justru sedang berjibaku memimpin penanganan krisis di salah satu destinasi wisata kebanggaan Indonesia, Gunung Bromo.
Istana Tegaskan Pratikno Sehat Walafiat
Kabar mengenai kesehatan Menko PMK Pratikno pertama kali mencuat dan sempat ditanyakan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Dengan lugas, Prasetyo membantah mentah-mentah isu tersebut, menegaskan bahwa tidak ada informasi dari Istana mengenai Pratikno yang sakit, apalagi sampai berencana mengundurkan diri dari kursi kabinet.
“Sehat, yang saya tahu sehat. Nggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit apa mengundurkan diri lagi. Sakit aja nggak, (apalagi) mengundurkan diri. Belum ada,” tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026). Pernyataan ini tak hanya menenangkan, tetapi juga seolah menutup semua spekulasi yang berkembang liar di berbagai platform media sosial. Kejelasan dari Istana ini menjadi penanda awal bahwa isu yang beredar hanyalah rumor belaka, yang kerap kali muncul tanpa dasar kuat. Namun, klarifikasi paling sahih tentu datang langsung dari sumbernya, sang menteri yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pratikno: “Lagi Bertugas Kok, di Bromo!” Membantah Tegas
Tak lama berselang setelah pernyataan Mensesneg, Pratikno sendiri muncul memberikan klarifikasi langsung. Dalam keterangannya, ia membantah keras semua isu yang menimpanya, menegaskan dirinya dalam kondisi prima dan aktif menjalankan tugas. Bukan hanya membantah, Pratikno juga mengungkapkan aktivitas padatnya yang justru bertolak belakang dengan kondisi sakit atau ingin mundur dari jabatan.
Di saat banyak pihak bertanya-tanya, Pratikno ternyata sedang berada jauh dari Jakarta, tepatnya di Malang, Jawa Timur. Ia mengemban misi penting: memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Bromo. Sebuah tugas negara yang menuntut kehadiran fisik dan pikiran yang prima, jauh dari kesan sakit atau tidak berdaya.
Fokus Penanganan Karhutla Bromo: Prioritas Nasional
“Nggak, saya lagi di Bromo karena kan ada kebakaran. Jadi tadi pagi, jam 06.30 WIB berangkat ke Malang, terus kemudian ke Bromo. Kita rapat koordinasi untuk percepatan pemadaman kebakaran di Bromo,” jelas Pratikno, merinci jadwal padatnya. Kehadiran Pratikno di Bromo sangat krusial. Sebagai Menko PMK, perannya adalah mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga terkait, mulai dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga pemerintah daerah, untuk bersinergi dalam upaya pemadaman dan penanggulangan dampak.
Penanganan karhutla di Bromo memang menjadi prioritas nasional, mengingat statusnya sebagai kawasan konservasi, destinasi wisata internasional, serta dampak lingkungan dan ekonomi yang ditimbulkannya. Kehadiran langsung Menko PMK di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah dan menepis keraguan publik.
Tegas Menyangkal Isu Mundur dari Kabinet: Komitmen Penuh
Selain membantah sakit, Pratikno juga secara eksplisit menepis isu dirinya akan mundur dari kabinet. Ia memastikan bahwa dirinya masih tetap bertugas sebagai Menko PMK, mengemban amanah yang diberikan negara hingga akhir masa jabatan. “Nggak. Satu, sakit, nggak. Mundur, nggak. Lagi bertugas kok,” ujarnya lagi dengan nada tegas, mengakhiri segala spekulasi yang mungkin masih tersisa.
Pernyataan ini sekaligus memberikan jaminan kepada publik bahwa roda pemerintahan tetap berjalan normal, dengan Pratikno yang masih aktif menjalankan tugas-tugas koordinasi pentingnya, terutama dalam isu-isu pembangunan manusia dan kebudayaan, serta penanggulangan bencana seperti di Bromo.
Klarifikasi cepat dan tegas dari Mensesneg Prasetyo Hadi, diperkuat oleh penegasan langsung dari Menko PMK Pratikno, telah mengubur dalam-dalam semua rumor yang beredar. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama di era digital di mana kabar bisa menyebar begitu cepat. Di balik hiruk-pikuk isu yang tak berdasar, para pejabat negara sejatinya tetap bekerja keras dan fokus pada tugasnya. Seperti halnya Pratikno yang memilih turun langsung ke lapangan, memimpin penanganan karhutla di Bromo, menunjukkan dedikasi dan komitmen penuh terhadap tugasnya kepada bangsa dan negara.
Penulis : Muhibuddin Wali































