JAKARTA, DUADIMENSI.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V mendorong penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pesakih, Jakarta Barat, untuk mulai merencanakan perjalanan hunian jangka panjang, termasuk peluang memiliki rumah sendiri.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Hunian Terjangkau Milik (HTM) yang diikuti sekitar 100 penghuni Rusunawa Pesakih, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini memberikan informasi mengenai peluang memperoleh hunian terjangkau melalui Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR), sekaligus memperkenalkan konsep housing career atau perjalanan hunian masyarakat.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep tersebut menempatkan hunian sewa sebagai salah satu tahapan dalam perjalanan kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan kondisi sosial dan ekonomi, penghuni diharapkan dapat memiliki kesempatan untuk beralih menuju hunian milik sesuai kemampuan dan persyaratan yang berlaku.
Kepala UPRS V Muhammad Ali membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan bahwa rusunawa tidak semestinya dipandang sebagai akhir dari perjalanan hunian masyarakat.
Menurut Ali , rusunawa dapat menjadi titik awal bagi keluarga yang membutuhkan tempat tinggal terjangkau, sekaligus bagian dari proses menuju kemandirian dalam memenuhi kebutuhan perumahan.
“Kami ingin membangun pemahaman bahwa rusunawa bukanlah akhir dari perjalanan hunian warga. Rusunawa dapat menjadi titik awal. Ketika kondisi ekonomi masyarakat berkembang dan mereka sudah memiliki kemampuan serta kesiapan untuk membeli rumah, mereka memiliki pilihan untuk melanjutkan housing career menuju hunian milik,” ujar Kepala Muhammad Ali
Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan keluarga idealnya diikuti dengan tersedianya pilihan hunian yang sesuai dengan perkembangan kemampuan ekonomi masing-masing.
“Dari masyarakat yang tadinya membutuhkan hunian sewa, kita berharap mereka berkembang menjadi masyarakat yang mampu membeli hunian. Inilah yang kami maksud dengan housing career: ada perjalanan dari menyewa, meningkatkan kemampuan ekonomi, kemudian memiliki rumah sendiri,” tambah Ali
Dalam kegiatan tersebut, para penghuni mendapatkan penjelasan mengenai Hunian Terjangkau Milik (HTM) dan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR), termasuk informasi terkait mekanisme pembiayaan, persyaratan calon penerima manfaat, serta proses pengajuan.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai hal yang perlu dipersiapkan apabila mereka memiliki keinginan untuk beralih dari hunian sewa menuju hunian milik.Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan, ketentuan program, dan kemampuan pembiayaan masing-masing calon penerima manfaat.
Dengan demikian, penghuni tidak hanya memperoleh informasi mengenai tempat tinggal yang ditempati saat ini, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai perencanaan kebutuhan hunian untuk masa mendatang.
Untuk memperluas pemahaman peserta, kegiatan sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi dan lembaga yang berkaitan dengan penyediaan serta pembiayaan perumahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Unit Pengelola Dana Perumahan (UPDP).Perwakilan PT Bank DKI.Perwakilan PT Sarana Jaya.Perwakilan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Kehadiran narasumber dari berbagai unsur tersebut memberikan kesempatan kepada penghuni untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kebijakan perumahan, fasilitas pembiayaan, penyediaan hunian, serta data dan informasi perumahan.
Kolaborasi lintas instansi juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses informasi masyarakat terhadap pilihan hunian yang tersedia.
Melalui konsep housing career, masyarakat diajak memahami bahwa kebutuhan hunian dapat berkembang seiring dengan perubahan kondisi kehidupan dan kemampuan ekonomi keluarga.
Pada tahap tertentu, hunian sewa dapat menjadi pilihan yang sesuai bagi masyarakat. Sementara itu, ketika kemampuan ekonomi dan kesiapan pembiayaan telah terpenuhi, hunian milik dapat dipertimbangkan sebagai pilihan berikutnya.
Muhammad Ali berharap para penghuni mulai memikirkan perencanaan hunian masing-masing secara bertahap.
“Kami berharap warga mulai memikirkan housing career masing-masing. Hari ini mungkin tinggal di rusunawa adalah pilihan yang paling sesuai. Tetapi lima atau sepuluh tahun ke depan, kondisi ekonomi keluarga bisa berubah. Kalau sudah siap, mereka mempunyai pilihan untuk memiliki hunian sendiri,” ungkap Ali
Menurutnya, pemahaman mengenai perjalanan hunian juga berkaitan dengan keberlanjutan pengelolaan rusunawa. Ketika sebagian penghuni telah memiliki kemampuan dan kesempatan untuk beralih ke hunian milik, ketersediaan unit rusunawa pada waktunya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang membutuhkan hunian sewa.
Kepala UPRS V berharap sosialisasi Hunian Terjangkau Milik dapat menjadi langkah awal dalam memperluas pengetahuan penghuni Rusunawa Pesakih mengenai pilihan perumahan dan fasilitas pembiayaan.
Selain itu Muhammad Ali juga menegaskan pentingnya dukungan informasi agar masyarakat dapat merencanakan kebutuhan hunian sesuai dengan perkembangan kondisi sosial dan ekonominya.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya bagaimana warga dapat tinggal dengan nyaman di rusunawa, tetapi juga bagaimana mereka dapat berkembang. Kalau suatu hari seorang penghuni rusunawa sudah mampu membeli rumah sendiri, itu merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang harus kita dukung dengan informasi dan pilihan yang tepat,” pungkasnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 penghuni tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi perumahan yang dilakukan UPRS V, dengan memperkenalkan pilihan hunian sewa maupun hunian milik kepada masyarakat sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Penulis : HL
Editor : Redaksi































