JAKARTA – Upaya mencegah tawuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tidak cukup hanya dengan penindakan. Membangun kedekatan dan komunikasi sejak dini menjadi langkah yang ditempuh Polsek Kalideres untuk menjangkau para pelajar.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui program Orang Tua Asuh, dengan menghadirkan personel kepolisian secara langsung di lingkungan sekolah.
Kali ini, personel Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat menyambangi SMAN 94 Jakarta, Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (2/9/2026), untuk berinteraksi sekaligus memberikan edukasi kepada para siswa.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dipimpin Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H. selaku Padal, bersama sejumlah personel yang ditugaskan sebagai orang tua asuh di lingkungan sekolah.
Kehadiran polisi di sekolah tidak sekadar menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membuka ruang komunikasi antara pelajar dengan polisi sehingga berbagai persoalan yang berpotensi mengarah pada kenakalan remaja dapat diketahui dan dicegah lebih awal.
Sebelum kegiatan berlangsung, personel kepolisian terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait pelaksanaan program dan pola pendampingan terhadap para pelajar.
Dalam penyampaian edukasinya, polisi mengingatkan siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan yang dapat menyeret mereka ke dalam persoalan hukum.
Tawuran, penyalahgunaan narkoba, aksi kekerasan hingga keterlibatan dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban menjadi sejumlah hal yang mendapat perhatian.
Para siswa juga diminta tidak mudah mengikuti ajakan teman tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang dapat ditimbulkan. Polisi menekankan bahwa satu keputusan yang keliru di usia sekolah dapat berdampak panjang terhadap pendidikan dan masa depan mereka.
AKP Aep Haryaman mengatakan, usia sekolah merupakan fase penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pengawasan dan pendampingan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai polisi, tetapi juga sebagai orang tua dan sahabat bagi para pelajar. Kami mengajak mereka untuk menjaga diri, menjauhi tawuran, narkoba dan berbagai kegiatan yang dapat merusak masa depan,” ujar Aep.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci dalam mencegah persoalan remaja. Pelajar diharapkan tidak merasa takut untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan.
“Kalau ada persoalan, jangan dipendam sendiri. Sampaikan kepada guru, orang tua atau pihak kepolisian. Kami siap mendengarkan dan membantu mencari solusi,” tuturnya.
Melalui program Orang Tua Asuh, polisi juga berupaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pihak sekolah. Kedekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan mekanisme komunikasi yang lebih cepat ketika muncul persoalan yang melibatkan pelajar.
Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan pendidikan. Dengan komunikasi yang terbangun sejak awal, berbagai persoalan diharapkan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik atau tindak pidana.
Polisi pun mendorong para siswa mengisi masa muda dengan kegiatan positif, fokus belajar serta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah.
Program Orang Tua Asuh Polsek Kalideres menjadi salah satu bentuk pendekatan preventif kepolisian dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, tetapi berupaya hadir lebih awal untuk memberikan pendampingan dan mencegah pelajar terjerumus dalam tawuran, narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.
Penulis : Rls
Editor : Hery Lubis































