CILACAP – Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majenang akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika pemberitaan dan berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait kualitas pelayanan yang dinilai kurang maksimal serta kondisi stok obat-obatan yang dikhawatirkan menipis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Umum, dr. Feri Sulistya Afriyanto, M.M.R., saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media pada hari Rabu (29/04/2026).
Pengunjung Naik Turun, Kemampuan Stok Ikut Menyesuaikan Dalam penjelasannya, dr. Feri mengakui adanya tantangan dalam manajemen ketersediaan obat. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengunjung atau pasien di RSUD Majenang sifatnya fluktuatif, kadang meningkat namun tak jarang juga mengalami penurunan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada pendapatan rumah sakit dan kemampuan untuk membelikan stok obat-obatan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ibaratnya, karena jumlah pengunjung yang kadang naik kadang turun, maka kemampuan kami dalam menyetok obat juga ikut menyesuaikan. Yang tadinya karena pendapatan cukup kami bisa stok obat sampai 10, sekarang karena kemampuan keuangan menyesuaikan, baru mampu stok 5,” ungkap dr. Feri secara jujur.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya keras memprioritaskan obat-obatan esensial yang sangat dibutuhkan oleh pasien. Terima Kritik sebagai Bentuk Kepedulian Manajemen RSUD Majenang menyambut baik segala bentuk masukan, kritik, maupun saran yang datang dari tokoh masyarakat dan rekan-rekan media.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas perhatian dan masukan yang disampaikan. Bagi kami, setiap kritik adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kemajuan dan kualitas pelayanan di RSUD Majenang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, saat ini pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah pembenahan menyeluruh yang terbagi dalam tiga poin utama diantarnaya Ketersediaan Obat Pihaknya berkomitmen menyediakan pelayanan obat sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Obat-obatan esensial akan terus dijaga ketersediaannya.
Selain itu, sedang dilakukan penataan sistem pengadaan secara menyeluruh sebagai perbaikan lanjutan, agar hak kesembuhan pasien tidak terganggu.
Selain itu suasana Internal dan Kesejahteraan Manajemen sangat menghargai dedikasi seluruh tenaga kesehatan dan staf. Ruang komunikasi terus dibuka secara hangat untuk menjaga kesejahteraan dan semangat kerja seluruh tim, tentunya dengan tetap menyesuaikan aturan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Kemudian soal kenyamanan Pelayanan RSUD berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik.
“Saat ini sedang dilakukan evaluasi mendalam untuk menyederhanakan prosedur yang dirasa rumit, agar pelayanan menjadi lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih terbuka bagi masyarakat. Minta Doa Restu Masyarakat .”ujarnya
Di akhir wawancara, dr. Feri Sulistya Afriyanto menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat terus mendukung langkah perbaikan yang sedang dilakukan.
“Kami memohon doa restu serta dukungan dari seluruh masyarakat. RSUD Majenang akan terus berbenah agar dapat hadir sebagai tempat pelayanan kesehatan yang lebih profesional, terpercaya, dan lebih menyentuh hati,” tutupnya.
Penulis : Sangidun
Editor : Redaksi































