CILACAP, DUADIMENSI.COM — Festival seni, budaya, musik, dan lingkungan bertajuk Cijalu Fest 2026 akan digelar di Lapangan SELIS, Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada 25–26 Agustus 2026.
Mengusung semangat memadukan kearifan tradisional dengan kreativitas generasi masa kini, Cijalu Fest 2026 diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal.
Selain menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan musik, festival tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat dan pariwisata daerah.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyelenggara menargetkan sekitar 5.000 pengunjung hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah itu diharapkan menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi lokal.
Beragam kegiatan telah disiapkan dalam Cijalu Fest 2026. Di antaranya penanaman benih pohon di kawasan hutan dan sekitar Sungai Cijalu, penyebaran benih ikan, pagelaran seni budaya Jangjaneng, serta doa bersama.
Salah satu rangkaian yang menjadi daya tarik adalah Nglarung Geni, yakni tradisi menghanyutkan lilin berbahan batok ke aliran Sungai Cijalu. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.
Festival juga akan dimeriahkan penampilan musik dari Corigor, Collega Peribumi, dan BLSBRTHR. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti kegiatan api unggun bersama serta menikmati Sunrise Blues Jam, yang menghadirkan pertunjukan musik saat matahari terbit.
Penyelenggara berharap Cijalu Fest tidak berhenti sebagai kegiatan hiburan semata. Festival ini ditargetkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala lebih besar yang mampu memperkuat identitas daerah, membuka peluang bagi pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap.
Melalui perpaduan seni, budaya, lingkungan dan musik, Cijalu Fest 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi masyarakat sekaligus ruang bagi generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Penulis : Sangidun
Editor : Redaksi































