JAKARTA — Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meninjau langsung dua lokasi pengelolaan dan penanggulangan sampah di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (21/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah sekaligus mengevaluasi berbagai upaya yang telah dilakukan masyarakat maupun pemerintah dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya.
Dua lokasi yang dikunjungi yakni kegiatan pemilahan sampah warga di Kompleks Puri Indah Blok B, RT 06/RW 08, Kelurahan Kembangan Selatan, serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) RW 01, Kelurahan Meruya Selatan.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kompleks Puri Indah, Iin melihat langsung kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah dilakukan warga selama kurang lebih dua tahun. Pengelolaan sampah anorganik di kawasan tersebut juga melibatkan Komunitas Sirsak yang secara rutin berkolaborasi dengan warga dan pihak swasta.
Iin mengapresiasi kepedulian warga yang secara konsisten melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan langkah penting dalam mendukung pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Meski demikian, ia menilai pengolahan sampah organik menjadi kompos masih perlu diperkuat, terutama dari sisi edukasi masyarakat, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pemilahan dari sumbernya sudah berjalan baik. Ke depan, pengolahan sampah organik perlu terus diperkuat agar hasilnya lebih optimal dan memiliki nilai manfaat,” ujar Iin.
Usai meninjau Kompleks Puri Indah, Iin melanjutkan kunjungan ke TPS 3R RW 01, Kelurahan Meruya Selatan, yang dikelola Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
Di lokasi tersebut, sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomis tidak langsung dibuang, tetapi diolah menjadi bahan bakar refuse-derived fuel (RDF) serta bahan baku briket yang dimanfaatkan untuk kebutuhan industri semen.
Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos. Namun, Iin menemukan masih adanya tantangan dalam proses tersebut, terutama karena sampah organik yang masuk belum sepenuhnya terbebas dari campuran sampah anorganik.
Kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas kompos yang dihasilkan sehingga diperlukan perbaikan dalam proses pemilahan maupun pengolahan.
“Kalau sampah organiknya masih tercampur dengan anorganik, tentu akan memengaruhi kualitas kompos. Karena itu, proses pemilahan harus semakin diperkuat,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas pengolahan sampah organik, Pemerintah Kota Jakarta Barat saat ini tengah menjajaki kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki teknologi dan kompetensi di bidang pengolahan sampah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan metode pengolahan yang lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan nilai manfaat sampah organik menjadi produk yang berguna bagi masyarakat.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jakarta Barat mendorong pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pemilahan di tingkat masyarakat hingga pengolahan di fasilitas pengelolaan sampah.
Dengan keterlibatan warga, pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan mendukung Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Penulis : Lam
Editor : Redaksi































