JAKARTA — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jakarta Barat menembus pasar digital terus dilakukan. Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat menggelar aksi pemasaran digital KOBAR 9.9 Semarak Beli Lokal secara serentak di wilayah Jakarta Barat, Rabu (9/9).
Program Kolaborasi Promosi Digital Terintegrasi (KOBAR) tersebut melibatkan pelaku usaha binaan Jakpreneur dengan memanfaatkan etalase digital Tokopedia. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan promosi produk lokal, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Melalui pemasaran digital, produk UMKM yang sebelumnya lebih banyak dikenal di lingkungan sekitar diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan membuka peluang pasar di luar wilayah Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Advertesment
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Kecamatan Kebon Jeruk, Hendra Eka Permana, mengatakan pelaksanaan KOBAR 9.9 di Jinjit Pottery menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pelaku UMKM dalam memperluas akses pemasaran.
Menurutnya, pemanfaatan platform digital memberikan peluang bagi produk unggulan lokal untuk lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.
“Pemasaran digital dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan UMKM Jakarta Barat,” ujarnya.
Senada, Kasatpel PPKUKM Kecamatan Kebon Jeruk, Rabudin, menegaskan bahwa KOBAR tidak semata-mata menjadi kegiatan promosi produk. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku usaha agar mampu menguasai pola pemasaran yang semakin berkembang di era digital.
“KOBAR tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan keterampilan pemasaran digital,” kata Rabudin.
Dalam kegiatan di Kecamatan Kebon Jeruk, sejumlah produk lokal turut diperkenalkan melalui sesi live shopping. Di antaranya aksesori dari DeUx (Myamor) serta produk keramik buatan tangan dari Jinjit Pottery.
Konsep live shopping dinilai menjadi salah satu cara untuk mempertemukan produk UMKM dengan calon konsumen secara lebih interaktif. Pelaku usaha tidak hanya menampilkan produknya, tetapi juga dapat menjelaskan secara langsung keunggulan, proses pembuatan, hingga karakteristik produk yang ditawarkan.
Pemilik Jinjit Pottery, Antin Sambodo, mengapresiasi pendampingan yang selama ini diberikan Sudin PPKUKM Jakarta Barat bersama pihak kecamatan.
Menurut Antin, dukungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pemasaran, tetapi juga mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), keikutsertaan dalam pameran, hingga pelatihan pemasaran digital.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat semakin membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk dan memperluas jaringan pasar.
Program KOBAR 9.9 sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci penting bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dengan semakin banyaknya produk lokal yang masuk ke ekosistem digital, UMKM Jakarta Barat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi digital, tetapi mampu menjadi salah satu pemain yang ikut mengambil peluang pasar tersebut.
Penulis : Lam
Editor : Redaksi































